Home  / 
Kisah Muhammad Ali Dihajar Remaja 17 Tahun di Halaman Rumah
Rabu, 3 Juni 2020 | 23:56:42
(Foto: The Sun)
Petinju legendaris Muhammad Ali (kiri) menjajal ketangguhan remaja 17 tahun, Tyrone Monaghan.
LOUISVILLE - Tepat di tanggal ini 3 Juni empat tahun lalu, petinju legendaris Muhammad Ali mengembuskan napas terakhir. Banyak momen menarik yang bisa dibahas dari atlet berjuluk The People's Champion itu, salah satunya ketika dia dikalahkan bocah 17 tahun asal Irlandia bernama, Tyrone Monaghan.

Ayah dari Tyrone yaitu Paddy merupakan teman dekat Ali dan seorang atlet Bare-Knuckle Boxing. Dia yang membuat petisi di Inggris Raya untuk mengembalikan lisesnsi sang legendaris yang dilucuti akibat menolak ikut wajib militer ke Vietnam pada 1967.

Dari peristiwa itu, hubungan mereka makin dekat. Ali pernah berkunjung ke rumah Paddy di Abingdon, Oxfordshire, Inggris. Di momen itu, The People's Champion bertemu Tyrone dan mengajaknya sparing di halaman belakang rumah.

"Orang-orang tahu Ali akan datang sehingga banyak kerumunan di depan rumah kami. Saat itu kami sekeluarga sedang di kebun. Sementara dia keluar dari mobil bersama Howard Bingham (penulis biografi Ali). Saya ingat ibu memberinya jus jeruk dan satsuma," kata Tyrone kepada The Sun.

"Lalu Ali berkata kepada saya, 'Tyrone, apakah Anda suka melakukan sparing?'. Saya berkata 'Oh, ya, mari kita mulai'. Howard memberinya sepasang sarung tangan putih. Kami pergi ke halaman belakang. Saya memakai sarung tangan merah," ujarnya.

Pria yang kini berusia 54 tahun itu membuat perjanjian dengan Ali sebelum beradu tangguh. Pertama, tidak ada ronde dalam duel tersebut. Kedua, siapapun yang kalah harus duduk di atas tong sampah.

"Sejujurnya, selain kelahiran tiga anak perempuan saya, berduel dengan Ali adalah hari terbesar dalam hidup ini. Saat itu saya jauh lebih pendek darinya, jelas. Tapi saya mencoba melakukan gaya Joe Frazier. Saya berkata 'Ayo, Champ. Ayo mulai! Kami bergerak dan melucu, itu luar biasa. Dia memukul saya beberapa kali. Begitu pula sebaliknya," tuturnya.

"Kurang dari empat, lima menit pertempuran, saya berhenti. Dia berusaha berdiri dan melambaikan tangan sambil mengatakan, 'Saya tidak percaya! Dia baru saja mengalahkan sang juara'. Dia pergi dan duduk di atas tong sampah sebagai hukuman. Dia memberi tahu ayah saya 'Paddy, saya tidak percaya. Saya kewalahan'," ucapnya.

Ali kemudian memuji kemampuan bertinju Tyrone dan meminta sang bocah terbang ke Negeri Paman Sam untuk berlatih. Sayangnya tawaran tersebut ditolak karena Tyrone takut naik pesawat.

Tyrone juga bercerita kalau The People's Champions pernah berkata dirinya jadi petinju hebat karena punya darah Irlandia. Diketahui Ali memiliki darah Irlandia dari kakek buyut ibunya Abe Grady yang lahir di Ennis, County Clare sebelum beremigrasi ke AS pada tahun 1860-an.

"Ali sangat bangga menjadi bagian dari Irlandia. Dia sering mengatakan itu kepada kami ketika dia sedang berkunjung," kata Tyrone.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pelaku Spesialis Bongkar Rumah Ditangkap 2 Jam Usai Beraksi
Turis Inggris Dirampok, Luntang-lantung di Bali
7 Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019
Suasana Pandemi, Pemprov Riau Tetap Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
Jalin Silaturahmi, Babinsa Koramil 05/Kampar Kiri Gelar Komsos Bersama Perangkat Desa Mayang Pongkai

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter