Home  / 
Kisah Tenaga Lab Memegang Virus Corona 6 Jam per Hari
Senin, 25 Mei 2020 | 22:10:53
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA dengan metode real-time RT-PCR (PCR COVID-19) yang mendeteksi 3 (tiga) target gen sekaligus yaitu Gen E, N, dan RdRP sesuai dengan protokol yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
JAKARTA - Para tenaga medis yang bekerja di laboratorium berhadapan dengan virus corona (COVID-19) minimal 6 jam setiap hari. Dengan balutan tebal alat pelindung diri (APD) mereka kesulitan untuk minum, makan, dan ke toilet ketika bekerja.

Cerita tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Khusus untuk COVID-19, Achmad Yurianto ketika mengunjungi Balai Besar Tekonologi Kesehatan Lingkungan di Jakarta. Ini merupakan salah satu lab yang ditugaskan untuk menguji COVID-19 dengan metode real time Polymerase chain reaction (PCR).

"(Mereka) Harus berhadapan langsung dengan virus selama 6 jam, dengan menahan keinginan untuk ke kamar kecil, menahan keinginan untuk minum, untuk makan, dan seterusnya nonstop," kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (25/5).

"Kami hormat dan berterima kasih atas dedikasi rekan-rekan sekalian dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia. Karena Anda memiliki peran yang luar biasa di dalam kaitan dengan penanganan COVID-19 ini. Ini yang harus kita apresiasi, dan kita yakini mereka adalah pekerja yang profesional, yang tidak mengenal hari libur, yang terus melayani kita semuanya," ungkap Yuri.

Yuri juga telah melihat sendiri bagaimana para tenaga kesehatan bekerja tanpa mengenal lelah. Tentunya hal itu semata-mata hanya untuk memerangi pandemi yang disebabkan oleh virus corona jenis baru.

"Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi Rumah Sakit Darurat COVID di Wisma Atlet. Kita lihat bagaimana saudara-saudara kita, tenaga kesehatan di sana bekerja tanpa mengenal lelah," ungkap Yuri.

Oleh sebab itu, Yuri mengimbau kepada masyarakat untuk mulai memperbaiki perilaku, mengubah pandangan dan menjaga diri, serta selalu mematuhi aturan dari pemerintah untuk selalu menegakkan protokol kesehatan. Sebab, hanya itu yang dapat menjadi cara untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sekaligus meringankan beban para tenaga kesehatan.

"Mari kita betul-betul mampu mengubah diri, menjaga diri, agar kasus tidak semakin banyak," tutur Yuri. 


(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
5 Agustus, Pasien Positif Covid-19 Tambah 1.815 Jadi 116.871 Orang
Pemerintah Kampung Laksamana Sabak Auh Lakukan Test Swap
Bertambah 32 Kasus, Kadiskes Riau: Positif Covid-19 di Kampar Jadi 85 Kasus
Dokter di Medan Meninggal Akibat Covid-19, Istri Positif
Positif Covid-19 di Siak Tembus 81 Kasus, Tim Gugus Tugas Giat Lakukan Tracing

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter