Home  / 
Diva Sumringah Terima Kursi Roda Kontrol Joystick dari PCR
Jumat, 13 Maret 2020 | 08:40:18
istimewa
PEKANBARU - Senyum sumringah jelas terlihat di wajah Diva, salah seorang siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Pekanbaru saat mencoba Kursi Roda dengan kontrol Joystick pemberian dari Politeknik Caltex Riau (PCR).

Dengan kursi roda tersebut, remaja tuna daksa dengan nama lengkap Diva Riswanti ini tidak lagi merepotkan guru-guru atau temannya yang ada di Sekolah untuk mendorong kursi roda manual yang biasa dia pakai.

"Alhamdulillah Diva tak lagi merepotkan kawan-kawan dan guru. Biasanya Diva digendong atau kalau naik kursi roda, harus didorong dari belakang. Sekarang setelah ada bantuan kursi roda bantuan dari PCR, tak perlu lagi didorong. Karena kursi rodanya pakai joystick. Bisa dioperasikan dengan tangan, maju mundur samping kanan. Jadi lebih mandiri," ujar remaja yang saat ini duduk di kelas 2 SMP SLB tersebut.

Ia menceritakan, setiap hari dirinya diantar oleh orangtuanya ke SLB Negeri Pembina Pekanbaru untuk menuntut ilmu. Biasa dirinya diantar pagi jam 06.30 WIB, dan dijemput pukul 11.00 WIB.

"Diva kalau sudah besar pengen jadi guru Madrasah. Meski dengan kondisi seperti ini, Diva akan bersungguh-sungguh menuntut ilmu sehingga bisa menggapai cita-cita. Dengan kursi roda dari PCR ini juga, tentu akan lebih memudahkan Diva untuk melakukan aktivitas di sekolah ini dan lebih bersemangat menuntut ilmu," ungkapnya.

Nurmailis sebagai Guru kelas Diva menyampaikan ucapan terimakasih kepada PCR yang sudah memberikan alat bantu kursi roda kontrol "joystick" yang dibuat khusus bagi tuna daksa.

"Sekitar tujuh tahun memang saya sudah membantu menggendong Diva dalam setiap aktifitas atau perlombaan ke luar sekolah. Belakangan ini saya melihat Diva mulai risih kalau digendong. Mungkin karena umurnya bertambah beranjak remaja, Diva mulai merasa minder dan malu kalau digendong terus saat hendak bergeser dari satu tempat ke tempat lain," ucap Nurmailis.

Nurmailis mengatakan dengan adanya bantuan kursi roda kontrol "joystick" dari PCR, sangat membantu Diva untuk bergerak dan lebih percaya karena tak lagi harus digendong jika akan beraktivitas.

"Di Sekolah kita ini ada dua anak tuna daksa yang kondisinya butuh kursi roda kontrol joystick yaitu Diva dan Thoriq Alfaris kelas 3 SMA. Semoga ada tambahan bantuan satu lagi untuk Thoriq Alfaris dari pihak-pihak lain," harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Kursi Roda dengan Kontrol Joystick Putri Madona mengatakan bantuan kursi roda dengan Kontrol Joystick ini mulainya dari hibah penelitian Ristekdikti dan sebelumnya kontrolnya bukan melalui Joystick tapi melalui kontrol otak.

"Ternyata kontrol otak ini susah mencari objek penelitian yang bisa untuk benar-benar menggunakan sinyal otak. Ada salah satu anak SLB di Dumai yang bisa, tapikan jauh. Akhirnya kita coba lagi kursi roda dengan kontrol otot, joystick dan suara. Setelah semua kontrol selesai, kita cobakan ke mitra kita yaitu SLB Negeri Pembina Pekanbaru dan ternyata yang paling manfaat untuk adek-adek yang disini adalah dengan kontrol Joystick," katanya.

Dikatakan Kepala Prodi Teknik Eektronika DIII Politeknik Caltex Riau (PCR) ini, sebenarnya untuk hibah penelitian ini tidak perlu menyerahkan apapun kepada mitra.

"Namun Alhamdulillah kita bisa membuatkan dan menyerahkan 1 kursi roda dengan kontrol Joystick ini kepada SLB Negeri Pembina Pekanbaru untuk dimanfaatkan oleh adek-adek yang ada disini," ucapnya.

Ia menyampaikan, untuk kursi roda kontrol joystick yang diserahkan hari ini adalah 1 unit. Namun seandainya ada pihak-pihak lain yang ingin membantu dalam hal pendanaan pihaknya siap untuk membuatnya.

"Kalau di pasaran, harga untuk kursi roda dengan kontrol joystick ini bisa sampai Rp16 juta. Kalau dirakit sendiri memang lebih murah. Yang saya dengar Dinas Sosial selalu ada memberikan kursi roda tapi yang manual. Nah jika ada pihak ketiga yang berkenan membantu dalam hal pendanaan, kami siap untuk membutnya manjadi Kontrol Joystick," jelasnya.

Dirinya berharap agar kursi roda joystick yang diserahkan hari ini bisa bermanfaat bagi siswa-siswa yang ada di SLB Negeri Pembina Pekanbaru.

"Semoga ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih untuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Sehingga bisa mengurangi tingkat ketergantungan mereka terhadap orang lain. Karena mereka bisa mengoperasikan kursi roda kontrol joystick ini sendiri," tukasnya. (MCR)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Virus Corona Buat Pendapatan Ronaldo dan Messi Merosot
Peduli Covid-19, 7 Desa Di Siak Dapat 400 Paket Sembako Dari PT SSL Dan PT ELD
Virus Corona Dapat Menempel pada Plastik, Ini Bahaya Pakai Galon Air Sekali Pakai
Miliki Peran Penting, Penggali Kubur di Lamongan Dapat Kado Bingkisan
Ganjar Usul Pendapatan ASN Dipotong 50%, Apakah Setuju?

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad