Home  / 
Saat Kata dan Mulut Tajam McGregor Tak Lagi Berharga
Jumat, 17 Januari 2020 | 20:23:44
(Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Conor McGregor kini lebih tenang dan tak banyak mengumbar kata-kata tajam jelang laga lawan Donald Cerrone.
JAKARTA - Conor McGregor sangat terkenal dengan mulut besar dan ucapan-ucapan penuh kesombongan di UFC. Namun untuk saat ini, McGregor sadar bahwa sumpah serapah dari mulutnya tidak berharga.

McGregor sempat jadi bintang paling terang di UFC. Ia terkenal bukan hanya karena kemampuan bertarung di Octagon melainkan juga karena kemampuan mengolah kata dalam persiapan pertandingan.

"Saya mencium ketakutan dalam dirinya. Ini adalah aroma indah yang mengelilingi saya," kata McGregor tentang Jose Aldo.

"Saya mengolok-olok semua yang ada di sini, saya hanya ingin mengatakan dari dasar hati saya yang paling dalam, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf... tidak ke siapapun!" ujar McGregor saat menjadi juara dunia kelas ringan dan kelas bulu sekaligus.

McGregor adalah kombinasi indah atas kata tajam dengan jurus-jurus mematikan. Hal itu makin menguatkan pesona McGregor sebagai seorang petarung paling dinantikan penampilannya di tiap pertandingan.

Kata-kata maut dari mulut McGregor itu akhirnya menemui ujung pada laga lawan Khabib Nurmagomedov. Dalam duel lawan Khabib, McGregor menghujani Khabib dengan kata-kata provokasi dari segala lini, mulai dari keluarga hingga agama.

Kata-kata McGregor itu akhirnya tak terwujud di Oktagon. McGregor terkapar tak berdaya dikunci oleh Khabib.

Kekalahan dari Khabib bukanlah kekalahan perdana McGregor di UFC, namun saat ia kalah dari Nate Diaz di kelas welter, McGregor bisa tetap menepuk dada. Duel lawan Nate Diaz jadi pertarungan berdarah yang seimbang.

Sementara di laga lawan Khabib, McGregor benar-benar tak berdaya. McGregor tidak mampu merepotkan Khabib dan nyaris tidak ada perlawanan berarti dari petarung Irlandia tersebut.

Pukulan dan kuncian Khabib benar-benar membungkam mulut tajam McGregor.

Kekalahan McGregor dari Khabib merupakan pukulan telak untuknya. Terbukti, McGregor butuh waktu lama untuk menentukan langkah selanjutnya di UFC.

Bukti Lewat Pukulan

Ketika McGregor memutuskan menghadapi Donald Cerrone, ia menyadari banyak hal. McGregor mengakui ia tak benar-benar serius mempersiapkan diri saat duel lawan Khabib Nurmagomedov.

Alasan macam itu tentu tidak akan bisa diterima karena kesalahan ada di pihak McGregor. McGregor kini harus melalui jalan mendaki untuk merebut popularitasnya kembali.

McGregor mempersiapkan diri secara serius. Ia mampu masuk ke bobot tubuh kelas welter. Badannya kini padat berisi. McGregor menghindari alkohol dan kembali menjalani kehidupan sebagai petarung yang disiplin.

Dalam persiapan lawan Cerrone, McGregor tak lagi banyak melontarkan ancaman. Ia paham mulut besarnya saat ini sedang kehilangan reputasi.

McGregor butuh kemenangan untuk bisa kembali bermulut besar. Percayalah, McGregor tak benar-benar berubah menjadi sopan dan penuh santun. McGregor hanya sadar diri ia butuh kemenangan sebagai pondasi.

Laga lawan Cerrone ini juga jadi penentu perjalanan McGregor berikutnya. Menang atas Cerrone, McGregor membuka peluang untuk perebutan juara dunia kelas welter hingga rematch lawan Khabib.

Bila McGregor kalah, ia makin terlempar dari persaingan petarung-petarung elite.

Nama besar McGregor masih menjual, terbukti dengan sambutan tantangan pertarungan dari Jorge Masvidal dan Usman Kamaru. Hal yang perlu dilakukan oleh McGregor adalah kembali ke orbit kemenangan. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hasil UFC 251: Usman Menang Telak Atas Masvidal
Korban KO 5 Detik Masvidal Kesal Jelang UFC 251
Ayah Khabib Meninggal, Presiden Putin Turut Berduka
UFC Vegas 4: Poirier Taklukkan Hooker dalam Duel Sengit
Terlalu Dominan, Nunes Pertimbangkan Pensiun dari UFC

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter