Home  / 
India Boikot CPO Malaysia, Ini Komentar Menohok Mahathir
Selasa, 14 Januari 2020 | 20:47:07
REUTERS / Edgar Su
Foto: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendengarkan Perdana Menteri Cina Li Keqiang pada KTT ASEAN-China di Singapura pada 14 November 2018.
JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akhirnya buka suara soal boikot minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) oleh India.

Menurutnya ia tetap akan tegas menyuarakan pendapat soal diskriminasi yang dilakukan India di Kashmir dan penduduk Muslim dengan UU Kewarganegaraan, meski negara Bollywood itu melakukan aksi negatif pada komoditas asal negeri jiran itu.

"Kita tentu memperhatikan ini, karena kita menjual minyak sawit ke India. Tetapi di sisi lain, kita harus jujur dan ketika sesuatu hal berjalan buruk, kita harus katakan itu," tegasnya sebagaimana dilansir The Star, Selasa (14/1/2020).

"Jika kita membiarkan hal salah terjadi dan memikirkan tentang uang saja, akan banyak hal salah terjadi."

Ia pun mengatakan akan mencari solusi lain, jika India memang tidak ingin membeli CPO Malaysia.

"Faktanya, apa yang terjadi di India sekarang, menyebabkan kesedihan di masyarakat, dan seluruh dunia pun merasakan bahwa adalah hal yang salah melakukan diskriminasi terhadap lainnya," katanya lagi.

Sebelumnya, Malaysia kembali bersitegang dengan India karena komentar Mahathir soal tindakan India di Kashmir dan terbitnya UU kewarganegaraan yang dituding anti Islam. Negeri Shahruk Khan itu bahkan menyetop pembelian sawit dari Malaysia.

"Secara resmi tidak ala larangan impor ... tetapi tidak ada yang membeli karena larangan pemerintah," kata seorang sumber yang merupakan pengusaha terkemuka di India kepada Reuters.

"Jangan datang kepada kami, jika pengiriman Anda macet," kata seorang sumber Reuters lainnya, yang merupakan seorang pedagang di Mumbai.

India adalah importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Negara ini membeli 9 juta ton per tahun terutama dari Malaysia dan India.

Di 2019, India membeli 4,4 juta ton sawit. Pembeli sekarang mengimpor dari Indonesia meskipun membayar harga premium dibanding Malaysia.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
2 Tewas dalam Bentrokan India Dipicu Unggahan Hina Nabi
Kronologi Pesawat Terbelah di India, 17 Orang Tewas
Aktor TV India Sameer Sharma Tewas Gantung Diri
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Perempuan di India Dilarang Aborsi
Setelah Amitabh Bachchan, Aishwarya Rai Juga Positif Covid-19

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter