Home  / 
Serangga Kontribusi ke Ekonomi Hingga Rp 2.800 T, Kok Bisa?
Rabu, 22 Mei 2019 | 00:04:52
(REUTERS/Marko Djurica)
Foto: Lebah
JAKARTA - Siapa sangka ternyata serangga kecil bisa ikut menopang perekonomian dunia. Mengutip laporan Dana Moneter International (IMF), kumpulan makhluk kecil berbagai jenis ini bisa berkontribusi senilai mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam produksi pangan global. 

"Dan dari dasar rantai makanan yang menghidupi burung, reptil, amfibi dan mamalia, beberapa (serangga) yang mendaur ulang benda mati seperti kayu dan dedaunan, sementara serangga karnivora menjaga hama pemakan tanaman tetap terkendali, dan (jenis) yang lain, seperti lebah, menyerbuki bunga dan tanaman lainnya, (semua aktivitas serangga ini) diperkirakan menyumbang US$ 200 miliar (Rp 2.800 triliun) untuk produksi pangan global." Kata IMF, Selasa (21/5/2019).

Namun, IMF menyebut saat ini jumlah serangga terus berkurang, bahkan diperkirakan beberapa jenis akan punah dalam waktu 100 tahun.

"Ilmuwan mengatakan 40% spesies serangga di ambang kepunahan, dan jika jumlah saat ini terus berkurang maka serangga dapat punah dalam waktu 100 tahun. Tanpa serangga, 75% tanaman kita tidak akan mampu melakukan reproduksi, dan akan mati pada akhirnya," jelas IMF.

"Yang sangat mengkhawatirkan adalah kita tidak tahu persis apa alasan populasi dapat menurun. Intensifikasi pertanian dan pestisida kemungkinan besar merupakan salah satu dari masalah (yang menyebabkan penurunan jumlah serangga), tetapi tentu saja lebih rumit dari itu, dan hilangnya habitat dan perubahan iklim juga dapat berperan (dalam proses kepunahan)m," tambahnya.

Untuk mencegah kepunahan serangga dan kekacauan dalam sistem pertanian yang pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan manusia secara luas, IMF mengajak untuk melakukan berbagai perubahan seperti dalam pola gaya hidup.

"Saat aktivitas manusia semakin diluar kendali dalam hal keberagaman hidup di planet kita, hal ini menantang kita untuk mengubah cara kita hidup sebelum terlambat," tegasnya.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI : Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Besar Bangsa Indonesia
Pengakuan Sri Mulyani: Ekonomi Saat Ini Berat!
Ekonomi RI Diragukan Tumbuh 5,02%, Kenapa?
Janji 7% Jokowi Basi, Ekonomi RI Tak Meroket Malah Keok!
Blak-Blakan Bos Samsung: Ekonomi RI Memang Sedang Sulit

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad