Home  / 
Kalah Saing Dengan Grab & Gojek, Startup Ini Bangkrut
Rabu, 15 Mei 2019 | 15:30:14
(CNBC Indonesia/Tias Budianto)
Foto: Penentuan tarif Ojek Online
JAKARTA - Dalam tiga tahun terakhir, Grab dan Gojek jadi dua startup yang dominan di pasar berbagi tumpangan (ride-hailing). Kedua startup berstatus decacorn ini mendisrupsi bisnis transportasi konvensional.

Namun, pemain dalam bisnis ride-hailing bukan hanya Grab dan Gojek. Sebelumnya ada beberapa startup sejenis yang berada di Indonesia. Mereka adalah Uber, Call Jack, Ojekkoe, Topjek, OjekArgo, Taxi Motor, Ladyjek, Bangjek, Blujek, dan Smartjek.

Awalnya mereka berkompetisi dengan Grab dan Gojek tetapi belakang nama-nama tersebut tak lagi terdengar. Mereka kalah bersaing dengan Gojek dan Grab yang cukup aktif membakar duit dengan promosi diskon dan cashback.

Maklum, untuk menggaet pelanggan, menciptakan ketergantungan dan loyalitas hingga menguasai pasar mereka memang menggunakan strategi bakar duit melalui subsidi tarif. Kedua startup decacorn ini pun menjadi startup Asia Tenggara yang paling banyak disuntik investor.

CNBC Indonesia mencoba mengulas soal nasib para startup transportasi online penantang Grab dan Ojek Online yang kini namanya tidak kedengaran lagi ini.

SELENGKAPNYA DI CNBCINDONESIA.COM

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kalah Pilkades, 2 Calon Kepala Desa Stres
Egy Maulana Bawa Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Iran 2-1
PBB di Ambang Kebangkrutan, Siapa Negara yang Nunggak Iuran?
Forever 21 Bangkrut, Ini Nasib Gerai Jakarta & Singapura!
Jokowi Kesal RI Kalah Seksi dari Vietnam, Cek Faktanya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad