Home  / 
Tata Cara Menyambut Bayi yang Baru Lahir dalam Islam
Selasa, 20 November 2018 | 10:56:23
(Foto: Sarkarhealing)
Bayi baru lahir diadzankan
KELAHIRAN anak adalah salah satu momen membahagiakan bagi orangtua. Rasa syukur tentunya tak henti diucakan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain rasa syukur, tentunya ada hal-hal yang harus dilakukan orangtua menurut ajaran agama.

Dalam Islam, ada beberapa sunnah rasul yang bisa dilakukan orangtua ketika bayinya lahir. Berikut ulasannya seperti yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, Selasa (20/11/2018):

1. Mengazankan

Bayi yang baru lahir perlu diazankan untuk mengusir setan. Azan dikumandangkan di telinga sebelah kanan baik pada bayi laki-laki maupun perempuan. Azan juga bermanfat untuk menanamkan benih keimanan dalam hati bayi sejak kecil.

2. Sujud syukur

Setelah istri melahirkan, hal yang bisa dilakukan suami adalah sujud syukur. Ini merupakan bentuk tanda syukur kepada Allah apabila dikurniakan sesuatu nikmat atau terlepas daripada bahaya. Sujud syukur bisa dilakukan dimana saja sesaat mendengar kabar kelahiran.

3. Mentahnik

Pada bayi yang baru lahir biasanya diajarkan inisiasi menyusui dini (IMD). Dalam Islam, langit-langit mulut bayi baru lahir juga bisa dioleskan dengan kurma yang telah dikunyah. Tindakan ini dikenal dengan nama mentahnik. Bila tidak ada kurma bisa digantikan dengan yang makanan manis lain seperti madu.

4. Memberi nama

Bayi yang baru lahir disarankan untuk segera diberi nama. Nama yang diberikan hendaknya yang baik karena merupakan doa dari orangtua bagi anak. Nama yang dianjurkan adalah nama-nama malaikat, para nabi, dan tidak sulit.

5. Mencukur rambut

Tindakan lain yang bisa dilakukan pada bayi baru lahir adalah mencukur rambut. Ini merupakan tanda permulaan kehidupan bayi sebagai manusia dan hamba di sisi Allah. Dari segi kesehatan, mencukur rambut dapat membuang kotoran yang ada.

6. Aqiqah

Bentuk tanda syukur lain setelah bayi lahir adalah melakukan aqiqah atau menyembelih hewan. Bila yang dilahirkan adalah bayi laki-laki, maka hewan yang disembelih adalah 2 ekor kambing. Sedangkan bila yang dilahirkan adalah anak perempuan, maka hewan yang disembelih adalah 1 ekor kambing. Tetapi jika orangtua belum mampu melakukan aqiqah, maka boleh ditunda hingga sebelum anak aqil baligh.

7. Sunat

Tindakan yang satu ini dimaksudkan untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan organ genital dan melindungi syahwat. Bayi laki-laki maupun perempuan dapat disunat sesuai dengan kepercayaan orangtua.

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Rumah Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Kini Jadi Perpustakaan Mekah
Apa Salah Jakarta Sehingga Harus Ditinggalkan?
Ibu Kota di Kalimantan Bagian Timur, Ini Kandidat Terkuatnya
Bye Jakarta, Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan
Kabinet Baru Jokowi: Sudah Final, Ada yang Berumur 25 Tahun

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad