Polisi Diminta Lindungi Masyarakat

Redaksi Redaksi
Kasus Bentrok Warga Danau Lancang-PT. RAKA

TAPUNGHULU(riaueditor)-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia  (Komnas HAM) meminta kepolisian bersikap netral dan melindungi warga. Dalam kasus bentrok antara warga Danau Lancang dengan PT. Riau Agung Karya Abadi (PT RAKA), kepolisian terkesan lebih membela kepentingan perusahaan.

Hal tersebut dituturkan salah seorang komisioner Komnas HAM Johny Nelson ketika menemui Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso. Kata Johny Nelson, Kepolisian tidak melakukan tindakan terhadap pihak perusahaan yang membuat parit raksasa serta menimbun rumah dan lahan warga.

Selain itu, Polres Kampar yang telah menahan tujuh warga yang diduga terlibat melakukan aksi pembakaran terhadap barak karyawan perusahaan, penanganannya selama ini pun sangat lamban. “Jika dibilang mereka tertangkap basah, perusahaan yang melakukan pengrusakan kenapa tidak ditangkap,” tanya Johny Nelson.

Komnas HAM juga meminta Polres Kampar segera mengembalikan 38 unit sepeda motor milik warga yang diamankan saat bentrok 28 Juli lalu. Pasalnya, menurut Komisioner Komnas HAM ini Polres belum mengirimkan surat keterangan penyitaan kepada pemiliknya.

Sementara itu, di sisi lain pihak kepolisian tidak mengantongi bukti legalitas perusahaan. "Lindungi perusahaan, lindungi juga masyarakat ini," katanya lagi.

Sehari sebelumnya Komnas HAM telah mendatangi lokasi konflik antara warga Danau Lancang dengan PT. RAKA. Untuk melalui parit gajah yang dibangun PT. RAKA, masyarakat Danau Lancang membuat jembatan darurat agar Komnas HAM bisa menyeberangi parit tersebut.

Hanya berselang sehari setelah jembatan tersebut dibangun, keesokannya jembatan tersebut dirusak. Tidak diketahui persis siapa yang melakukan pengrusakan jembatan tersebut.

Pendi, salah seorang warga Danau Lancang menduga pengrusakan itu tentunya dilakukan oleh orang-orang yang tak senang dengan kedatangan Kmnas HAM ke lokasi konflik ini.(shi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini