Dua ODGJ Merayau, Wagubri Minta Dinsos dan RSJ segera Jemput

Redaksi Redaksi
Dua ODGJ Merayau, Wagubri Minta Dinsos dan RSJ segera Jemput
istimewa
Petugas menjemput ODGJ di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution bantu fasilitasi dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia langsung bertindak cepat memanggil Kepala Dinas Sosial dan pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk menjemput.

OGDJ itu adalah Sri Wahyuni (Butet) dan Emawati. Keduanya merupakan warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Wagubri, Edy mengungkapkan, ketika maraton pagi sebelumnya, ia sudah beberapa kali bertemu dengan dua warga OGDJ itu. Satu diantaranya, imbuh Wagubri, ada yang menyapa dan bisa diajak komunikasi.

"Meski apa yang disampaikan kurang jelas, tapi mereka memahami apa yang saya tanyakan. Artinya, ini tidak begitu berat dan hanya butuh perhatian," kata Wagubri.

Wagubri juga mengatakan, jika untuk memberikan perhatian pada warga OGDJ seperti ini, juga tanggung jawab pemerintah. Lantaran ada anggaran dan tempat yang telah disediakan, yaitu, Rumah Sakit Jiwa.

"Maka itu, untuk memberikan perhatian pada mereka ini, saya langsung minta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Riau dan juga Pihak RSJ untuk menjemput yang Alhamdulillah saat ini sudah dirawat," ujarnya.

"Mudah-mudahan dengan mendapat perawatan dan perhatian ini, mereka (ODGJ) cepat sembuh kembali dan berkumpul bersama keluarga lagi," ucap Edy Natar Nasution.

Bantuan Wagubri itu mendapat sambutan positif dari pihak keluarga maupun warga sekitar. Pasalnya, bantuan seperti ini sudah lama ditunggu-tunggu keluarga yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Seperti yang disampaikan Efradi keluarga dari OGDJ Sri Wahyuni. Ia membeberkan, jika Sri Wahyuni mengalami gangguan jiwa sudah berjalan selama 22 tahun, dan belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Ia sangat berterimakasih dan bersyukur dibantu Wagubri.

"Kami sebelumnya pernah mengusulkan, namun pihak rumah sakit minta persyaratan surat keterangan, yaitu keterangan dari suaminya. Sementara, semenjak ia [Sri Wahyuni] mengalami gangguan jiwa suaminya tidak tau dimana, sehingga tidak diterima dirawat di rumah sakit," kata Efradi, Sabtu (25/9).

Hal senada juga disampaikan pihak keluarga OGDJ Emawati, yaitu Susanti, mengatakan jika Emawati mengalami gangguan jiwa sudah berjalan lebih kurang 17 tahun. Yaitu, semenjak orang tua meninggal dunia. Emawati juga tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

"Kami juga sangat bersyukur sekali bisa dibantu pak Wakil Gubernur Riau. Semoga selama dirawat di rumah sakit beliau [Emawati] segera pulih dan kembali berkumpul seperti dulunya dengan keluarga," harapnya.

Sementara, Babinsa Kecamatan Tenayan Raya, Hermanto mengatakan, dua warga OGDJ yang dibantu Wagubri tersebut, juga mendapat apresiasi dari warga Tenayan Raya. Pasalnya, warga juga sudah sangat kasihan karena tidak ada yang mengurus. Tambah lagi perekonomian keluarga yang juga kurang beruntung.

"Semua masyarakat sangat bersyukur pak Wagubri membantu warga OGDJ ini, jika tidak mereka akan terus berkeliaran tampa arah setiap hari," tandasnya.

(MCR)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini