Gubernur Edy: Yang Menang Pilkada Medan Marga Nasution

Redaksi Redaksi
Gubernur Edy: Yang Menang Pilkada Medan Marga Nasution
(CNN Indonesia/Farida)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

JAKARTA - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 23 Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Medan, Rabu (9/12).

Dilansir cnnindonesia.com, usai mencoblos Edy mengatakan dalam Pemilu tentunya ada yang menang dan kalah, siapapun yang kalah harus siap menerima.

"Para calon, dalam pertandingan ada yang menang ada yang kalah, siapa yang siap bertanding, harus siap kalah, yang menang pasti ada," ujar Edy usai mencoblos.

Mantan Ketua Umum PSSI itu pun sempat berkelakar mengenai sosok yang menang di Pilkada Medan. Dia mengatakan yang menang di Pilkada Medan tentu yang bermarga Nasution.

"Yang menang marga Nasution, siapapun yang menang dia akan memimpin kota Medan, ibu kota Sumut, sejahterakan rakyat ini, pastikan anda mampu," paparnya.

Pilkada Medan diikuti dua bakal pasangan calon yakni nomor urut 1 Akhyar Nasution - Salman yang didukun Partai Demokrat dan PKS. Sedangkan nomor urut 2 Bobby Afif Nasution dan Aulia Rahman didukung delapan partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Edy yang mengenakan kemeja putih itu mengingatkan siapapun yang menang Pilkada Medan nantinya agar tidak boleh berlebihan. Sedangkan pihak yang kalah, harus introspeksi diri.

"Yang menang juga jangan euforia, harus siap melaksanakan tugas menyejahterakan rakyatnya. Yang kalah introspeksi diri, berarti rakyat tidak menghendaki, bukan karena anda tidak baik, khususnya di Medan dan seluruh Sumut," katanya.

Edy menyampaikan sebanyak 24 kabupaten /kota di Sumut menggelar Pesta Demokrasi. Dia mengingatkan siapapun tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi rakyat masing-masing.

"Dengan kondisi covid-19 ini, kita sudah melakukan edukasi dan sosialisasi untuk keselamatan rakyat kita. Tetap disiplin lakukan protokol kesehatan, pakai masker, atur jaraknya, cuci tangan ikuti instruksi panitia pemilihan," urainya.

Menurut Edy jika terjadi kecurangan saat Pilkada, tentu sistem yang mengaturnya. Dia mengingatkan ketika ditemukan kecurangan agar melaporkannya ke aparat hukum.

"Lakukan wadah itu sehingga semua bisa terorganisir dan rakyat kita bisa jalan layaknya yang sudah direncanakan," pungkasnya.

(sumber: CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini