Polisi Diduga Aniaya Pengemudi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Videonya Viral

Redaksi Redaksi
Polisi Diduga Aniaya Pengemudi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Videonya Viral
Video viral memperlihatkan ketegangan antara anggota Patroli Jalan Raya (PJR) dengan pengendara mobil di Tol Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar).

JAKARTA - Arogansi petugas kepolisian patroli jalan raya (PJR) terhadap pengguna jalan terjadi di tol Jakarta-Cikampek. Penganiayaan yg diduga dilakukan polisi tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial.

Salah seorang rekan pengemudi mobil boks yang memvideokan aksi arogansi tersebut, menceritakan bahwa petugas kepolisian ini melakukan tindakan yang semena-mena. Bahkan, menurut pengakuannya, rekannya tersebut dihadiahi bogem mentah oleh salah seorang polisi tersebut.

Video insiden yang berlangsung di KM 35 ruas tol Jakarta - Cikampek itu diunggah Ketua MPR RI dan Ketua Ikatan Mktor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo di Instagram. Warganet yang melihat video itu pun mengecam aksi arogan polisi tersebut.

Dari video yang diunggah ini, salah seorang petugas polisi terlihat tidak bisa menahan amarah dan langsung menyerang sopir mobil boks serta membawanya ke samping mobil guna menghindari rekaman video.

Berdasarkan ucapan dari perekam video, polisi tersebut mengatakan sudah mengembalikan STNK mobil boks. Namun, pengemudi merasa STNK tersebut belum dikembalikan. Alhasil, adu mulut antara petugas polisi dan pengguna jalan ini terlibat cekcok hebat.

"Dan teman saya dianiaya, dipukul. Den Den mana mukanya Den, nah mukanya berdarah, bibirnya pecah berdarah. PJR-nya nih emosi. Nih polisinya emosi dia mukul teman saya. PJR-nya nih, ini pelat nomornya," ujar perekam video tersebut.

Video Viral memperlihatkan ketegangan antara anggota Patroli Jalan Raya (PJR) dengan pengendara mobil di Tol Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar).

Kata Pihak Kepolisian

Meski dalam video berdurasi satu menit tersebut secara jelas terlihat ada tindakan penganiayan, namun, menurut Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono, hal tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman antara petugas dan pengemudi.

"Iya benar (kejadiannya) saya cek ke Kasubdenwal PJR ada miskomunikasi antara pelanggar sama petugas. Sebenarnya STNK ketinggalan di mobil, keburu diviralkan seolah-olah polisinya yang salah," kilah Istiono.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini