Pasien Merokok, RS Elisabeth Baloi Terbakar

Redaksi Redaksi
Pasien Merokok, RS Elisabeth Baloi Terbakar
Tommy P/Koran SINDO
Kamar VIP lantai tiga RS Elisabeth Baloi, dilalap si jago merah. Penyebab kebakaran itu, dari puntung rokok pasien yang berada di kamar 348. Suasana rumah sakit pasca kebakaran.
BATAM - Suasana Rumah Sakit Elisabeth Baloi mendadak ramai. Pasalnya, dari kamar VIP lantai tiga terlihat api disertai asap tebal. Penyebab kebakaran itu dari puntung rokok pasien yang berada di kamar 348.

"Saya yang melihat pertama kali, saat melihat ada api keluar dari lantai tiga. Saya langsung berteriak kebakaran berulang kali," ujar seorang saksi mata, Owen di lokasi, Rabu (20/5/2015).

Awalnya, kata Owen, saat dia berteriak kebakaran tak ada yang percaya. Setelah keamanan rumah sakit datang, barulah terdengar suara sirine dan saat sirine berbunyi, semua pengunjung, perawat dan pasien keluar dari dalam rumah sakit.

Beberapa pasien yang masih terpasang infus dan masih terbaring dievakuasi. "Setelah suara sirine terdengar, semua orang terlihat panik keluar dari rumah sakit," katanya.

Menurut Uni, salah seorang pasien, sebelum terdengar suara sirine dia sempat mencium bau gosong. Tak lama, dia mendengar suara sirine, disertai asap tebal. "Saat melihat asap dan mendengar suara sirine saya langsung keluar," kata Umi.

Pantauan di rumah sakit, puluhan pasien dievakuasi ke Gedung Susteran Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) yang berhadapan dengan gedung rumah sakit yang terbakar.

Bahkan, pasien dari dalam kamar 348 yang terbakar, Harsono, nampak mengalami luka bakar pada bagian punggungnya.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol I Dewa Nyoman, yang tiba di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab kebakaran tersebut.

"Kita akan mencari penyebab kebakaran ini, bersama Tim Inafis Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Nyoman.

Sementara menurut Ketua Yayasan RS Elisabeth, Jhon Kennedy, api berawal dari dalam kamar VIP 348. Penyebab kebakaran setelah dicari penyebabnya bersama polisi.

Ternyata, api muncul dari puntung rokok pasien, Harsono, yang membakar kasurnya. "Awal api, dari puntung rokok pasien yang menyebabkan kasurnya terbakar," kata Jhon.

Setelah kasur terbakar, sambung Jhon, api kemudian menjalar ke ruangan kamar 348 sehingga televisi, kasur, kulkas dan AC ruangan terbakar.

Namun, setelah mengetahui penyebabnya aktivitas rumah sakit kembali normal. "Setelah mengetahui penyebabnya, rumah sakit berjalan normal dan hanya lantai tiga VIP saja yang ditutup sementara," tukasnya.


(fmi/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini