Usut Dugaan Sekolah Wajibkan LKS di SMPN 6 Siak Hulu

Redaksi Redaksi
Usut Dugaan Sekolah Wajibkan LKS di SMPN 6 Siak Hulu
SMPN 6 Siak Hulu.(Foto: Andi)

KAMPAR - Masih terkait peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) di Kabupaten Kampar, khususnya SMPN 6 Siak Hulu, aparat penegak hukum (APH) diminta bertindak tegas terhadap pihak sekolah yang mewajibkan siswanya menggunakan LKS.

Kewajiban LKS ini menjadi beban orang tua, khususnya lagi ekonomi lemah.

"Sampai kapan pendidikan kita mau dibebani hal-hal yang seperti ini," ujar Dharma Putra, Wakil Koordinator Perkumpulan Peduli Pendidikan Riau (PPPR)kepada media, Ahad (22/1/2023).

Dharma berharap masalah jual beli LKS ini benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Penelusuran PPPR, pada beberapa kasus diduga pula ada keterlibatan kepala sekolah sebagai pimpinan UPT dalam penggunaan LKS ini.

"Namun paling tidak, kepala sekolah telah memberi restu dalam hal penggunaan LKS, kendati pun Kemdikbudristek melarang keterlibatan pihak sekolah dalam bisnis di sekolah," sebut Dharma.

"Kita sudah kantongi datanya. Kasus di SMPN 6 ini menjadi barometer awal laporan kita untuk membuka yang lainnya. Bukan hanya SMPN 6 Siak Hulu saja, juga sekolah lainnya di Kampar," papar Dharma lagi.

Data yang ada, kata Dharma, termasuk pula dugaan kedekatan oknum pejabat di Disdikpora Kampar dan beberapa kepala sekolah dengan salah satu distributor di Pekanbaru.

"Ini ada apa, kan muncul dugaan kuat ada kong kalikong di sini untuk mengakali agar bisnis di sekolah tetap lancar," tambah Dharma lagi.

Sebelumnya, Kepala UPT SMPN 6 Siak Hulu, Ahmad Ikrom, menampik dan menyatakan bahwa pihaknya tak pernah mewajibkan siswa untuk menggunakan LKS.

"Kami pihak sekolah tak pernah mewajibkan siswa untuk memiliki buku LKS Pak," tulis Ahmad Ikrom dalam pesan singkatnya.

Hal tersebut bermula dari adanya pengakuan siswa SMPN 6 Siak Hulu yang memberi keterangan terpisah, di mana mereka diwajibkan menggunakan LKS di sekolah.

Sementara, di Disdikpora Kampar, Kabid Kurikulum Nandang Priyatna ketika dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan oknum di Disdikpora Kampar dalam dugaan jual beli LKS ini, Sabtu (22/1/2023), hingga saat ini belum memberikan jawaban.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini