Pelalawan Zona Merah, Rapat Evaluasi Juga Bahas Aturan Main Pesta Pernikahan dan Kades Tak Mau Divaksin

Redaksi Redaksi
Pelalawan Zona Merah, Rapat Evaluasi Juga Bahas Aturan Main Pesta Pernikahan dan Kades Tak Mau Divaksin
riaueditor.com/zoelgomes

PELALAWAN, riaueditor.com - Terkait Kabupaten Pelalawan kembali berstatus zona merah covid-19, Bupati Zukri bersama Forkopimda menggelar rapat evaluasi dengan Camat, Kepala Puskesmas (Kapus) dan Kapolsek di 12 kecamatan secara virtual yang berlangsung di command center, Kamis (22/7/2021).

Dalam rapat tersebut, adanya informasi salah satu kades di kecamatan Pelalawan yang tidak mau divaksin hingga Bupati dan Forkopimda menanggapinya secara serius.

Seyogyanya sebagai pemimpin hendaknya memberi contoh kepada warganya terutama ini soal kesehatan guna memutus rantai penyebaran covid-19. Saya minta Kades segera dipanggil dan kalau juga tidak mau kepada PMD agar dana desanya distop dulu," tegas Bupati.

Termasuk soal pesta pernikahan, sambung Bupati Zukri, untuk kecamatan di zona hijau dan kuning masih diperbolehkan menggelar pesta dengan tetap melakukan prokes yang sangat ketat dengan kapasitas yang hadir 30 persen saja. Namun jika beresiko tinggi menyebarnya kasus covid-19 maka tidak diperbolehkan dan tetap mendapatkan izin dari tim gugus tugas covid-19.

Sementara untuk yang zona orange dan merah terhitung mulai hari ini hingga 7 hari ke depan masih diperbolehkan dengan prokes ketat dan harus mendapat izin dari tim gugus tugas covid-19.

"Jika sudah 7 hari kedepan maka menggelar pesta pernikahan tidak diperbolehkan. Kita minta camat bersama pimpinan di kecamatan lainnya untuk mensosialisasikan ini kepada masyarakat," bebernya.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, S.I.K juga menambahkan, terkait pesta pernikahan yang masih diperbolehkan, selain tetap dengan prokes yang ketat juga tidak diperkenankan memainkan musik hiburan.

"Tamu yang hadir harus diatur. Dalam suatu tempat yang berkumpul hanya 30 persen saja makanya durasinya harus diatur untuk para tamu," ucapnya.

Soal Kades tak mau divaksin, Kapolres meminta kepada Kapolsek agar memanggil yang bersangkutan dan jika tidak juga mau maka akan diproses.

"Diproses saja jika tidak mau divaksin. Seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kita akan terus pantau perkembangan covid-19 di Kabupaten Pelalawan," ucapnya.

Bupati Zukri meminta kerjasama masyarakat dalam memutus rantai penyebaran covid-19 dengan tetap mematuhi prokes secara ketat.

"Kita akan jemput bola dengan melakukan swab anti gen secara massal yang untuk tahap awal akan dikonsentrasikan di 3 kecamatan yakni Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras dan Ukui dan selanjutnya di seluruh kecamatan. Setelah rapat ini, Pangkalan Kuras dan Ukui untuk segera mencari hotel atau wisma untuk tempat isolasi mandiri. Seluruh camat juga diminta untuk berkoordinasi dengan PMD agar mengaktifkan kembali pos covid-19 di setiap desa hingga warga dan pendatang yang keluar masuk terpantau," papar Bupati.

Bupati juga meminta Camat, Kapus dan Kapolsek dan jajaran untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit dengan cara persuasif dan lembut sehingga warga tidak khawatir dan takut.

Bupati menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan swab anti gen, obat-obatan dan analis.

"Zona merah bukan untuk dikhawatirkan dan ditakuti namun terpenting kobsentrasi dalam melayani masyarakat. Berbagai langkah dan upaya akan dilakukan menekan angka kasus covid - 19 di Pelalawan. Butuh kerjasama masyarakat dan bersama Kita semaksimal mungkin dan mengantisipasi dan menangani covid-19 ini," tukasnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini