Banyak PKL Berjualan di Bahu Jalan, DPRD Salahkan Pemko Lemah dalam Pengawasan

Redaksi Redaksi
Banyak PKL Berjualan di Bahu Jalan, DPRD Salahkan Pemko Lemah dalam Pengawasan
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.
PEKANBARU, riaueditor.com - Pasar higienis yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, tepat di eks SDN 019, Jalan Teratai diperuntukkan kepada pedagang yang selama ini berjualan dibahu jalan. Namun, kondisi lapangankeberadaanya pasar yang sempat ditempati beberapa pedagang ini sepi pembeli. Dan para pedagang memutuskan untuk keluar dari pasar tersebut, hingga kembali PKL berdagang di bah jalan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri menilai kinerja Pemko Pekanbaru bersama SKPD terkait masih lemah terutama dalam hal melakukan pengawasan.

"Kita melihat dari tindakan yang sudah dilakukan tidak da evaluasi pemantauan perkembangan aktivitas mereka (pedagang_red). Perlu segera diambil tindakan kembali kepada pedagang yang masih saja berjualan di bahu jalan ini," katanya saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (21/11).

Diungkapkan Azwendi, akibat dari lemahnya pengawasan yang dilakukan di dapat laporan ada beberapa oknum  memanfaatkan situasi ini untuk kembali berdagang di luar.

"Sehingga para pedagang yang didalam merasa dirugikan dan terjadi diskriminasi sehingga pedagang yang lain ikut keluar kejalan. Ini akibat dari ada yang berdagang diluar tentu pembeli sudah tidak mau lagi masuk kedalam, makanya bagi para pedagang yang didalam mengaku sepi karena pembeli sudah dicegat dengan pedagang yang diluar, " jelasnya.

Untuk itu, Azwendi meminta Pemerintah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban, tujuannya untuk memberikan kesadaran kepada para pedagang dan masyarakat, bahwa melakukan aktivitas jual beli bukan pada tempatnya menyalahi aturan.

"Pemerintah bersama Instansi terkait harus melakukan koordinasi untuk melakukan penertiban secara kontinu, agar masyarakat menyadi bahwa belanja diluar itu tidak baik dan melanggar aturan, dan pedagang juga menyadari bahwa fasilitas yang diberikan pemerintah itulah yang terbaik, sehingga kita sama-sama bisa menjaga," pintanya.

Terkait adanya perusakan aset pemerintah tersebut, Azwendi meminta agar pelaku diproses secara hukum.

"Kalau soal perusakan pasar itu,saya kira perlu diproses secara hukum, karena itu aset pemerintah yang seharusnya dijaga kok malah dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab," tegasnya. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini