Tak Terima Jadi Tersangka, Pemilik Gudang Gugat Kapolda Riau, Tuntut Rp1 Milyar dan Minta Maaf di Media

Redaksi Redaksi
Tak Terima Jadi Tersangka, Pemilik Gudang Gugat Kapolda Riau, Tuntut Rp1 Milyar dan Minta Maaf di Media
riaueditor

Doni secara langsung menyatakan, 2 dari 9 terduga perampok itu adalah anggota Polisi dari Brimob dan anggota Polda Riau

"Kami membuat laporan secara resmi di Polda Riau terkait dugaan adanya Perampokan, Pencurian dan Perampasan yang terlibat di dalamnya, yang mana 1 oknum dari Satbrimobda Polda Riau," ucap Doni.

Laporan Huidiyanto dan Joni itu ternyata diterima oleh Polda Riau.

"Kok kami disebut perampok, kami korban. Saat kami grebek, barang kami dari truk itu ternyata dikirim dan dibongkar ke gudangnya, ya kami ambil lagi lah barang yang diturunkan dari Mobil kami itu. Tapi, barang-barang kami yang sudah lama di dalam Gudang itu, tidak ikut kami ambil. Karena sama-sama sepakat barang itu akan jadi jaminan selama proses hukum Kepolisian," kata Amri.

Lalu, kata Amri, malam harinya, pihak Huidiyanto dan Joni justru mengirim para karyawannya sebanyak 3 orang.

"Malamnya, justru mereka (Huidiyanto dan Joni, red) mengantar sebagian barang kami dengan mobil mereka sendiri dan karyawannya untuk menghitung faktur dan barang kami yang selama beberapa bulan ini masuk ke Gudangnya. Ada kok bukti dan videonya. Tapi, kok tanggal 7, malah kami dilaporkan merampok. Laporan palsu itu sebenarnya," kata Amri.

Ternyata, dari hasil penyidikan kepolisian, Penyidik menemukan bukti Huidiyanto terlibat dalam dugaan kasus ini bersama Fernando.

“Dari hasil pemeriksaan, aksi ini ternyata sudah berlangsung sejak bulan Mei 2021 dimana HD (Huidiyanto, red), si Pemilik Gudang Jalan Riau ini lah yang mengajak FT (Fernando/Sales, red) untuk bekerja sama menjualkan barang-barang sembako dari UD JM kepada dirinya dengan harga murah dan membuat faktur barang fiktif dan akan dibayarkan secara bertahap kepada Fernando,” ungkap Sunarto.

Setelah disepakati kerja sama tersebut, kata Narto, Fernando memesan atau order barang-barang sembako kepada korban untuk diantarkan ke bebarapa toko yang berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan.

Kemudian, Fernando menyuruh supir mengantarkan barang-barang sembako tersebut ke gudang milik Huidiyanto di Jalan Riau Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Setelah menerima barang-barang tersebut, Huidiyanto diduga menyuruh Fernando untuk membuat faktur penjualan fiktif agar tidak diketahui oleh korban bahwa barang sembako tersebut dijual kepadanya dengan harga murah.

Akhirnya, Polda Riau, Jumat (10/09/21) lalu, menangkap Huidiyanto. Sedangkan rekannya bernama Joni, berstatus sebagai saksi.

"Barang itu dibagi dua dengan JN (Joni, red), saat ini JN masih terus kita dalami,” tutup Sunarto, Rabu 15 September 2021 lalu.

Namun, Huidiyanto kembali melawan dan menggugat Pra Peradilan di PN Pekanbaru.

Huidiyanto menggugat Kapolda Riau atas Penetapan, Penangkapan dan Penahanan dirinya sebagai tersangka dalam kasus itu. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini