Tak Terima Jadi Tersangka, Pemilik Gudang Gugat Kapolda Riau, Tuntut Rp1 Milyar dan Minta Maaf di Media

Redaksi Redaksi
Tak Terima Jadi Tersangka, Pemilik Gudang Gugat Kapolda Riau, Tuntut Rp1 Milyar dan Minta Maaf di Media
riaueditor

PEKANBARU - Tak terima dijadikan tersangka dalam kasus penggelapan barang Sembako yang merugikan korban Rp3,7 Milyar, pemilik gudang di Jalan Riau, Huidiyanto (32), menggugat Kapolda Riau. Ia melayangkan gugatan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Pantauan di PN Pekanbaru, Senin (11/10/21), sidang dengan Nomor Perkara 15/Pen.Pid.Prap/2021/PN.Pbr ini, memasuki Agenda ke 2, yakni Pengajuan Jawaban dari Polda Riau.

Sidang dipimpin oleh Hakim Tunggal, Zepri Mahilda Harahap, mulai sekitar pukul 10.30 WIB dan ditunda dilanjutkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Pihak Pemohon (Tersangka), Huidiyanto, dihadiri Kuasa Hukumnya, Doni Warianto. Sedangkan Kapolda Riau selaku Termohon diwakili Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penyusunan Penyuluhan Hukum (Sunluhkum) Bidang Hukum (Bidkum) Polda Riau, Nerwan SH, M.Hum dan sejumlah Penyidik Polda Riau.

Dalam permohonannya yang Huidiyanto meminta hakim Menerima seluruh Permohonannya diterima oleh Pengadilan, antara lain :

Pertama, menyatakan tindakan Penetapan Tersangka atas dasar Surat Perintah Penahanan Tidak sah dan Batal Demi Hukum. Kedua, menghukum Kapolda Riau membebaskan dirinua dari Rumah Tahanan Negara Polda Riau.

Ketiga, memerintahkan Kapolda untuk menghentikan Penyidikan dengan membebaskan dirinya dari segala Tuntutan Pidana.

Keempat, menghukum Kapolda Riau untuk membayar ganti kerugian Materiil sebesar Rp3 juta dan Kerugian Immateriil Rp1 Milyar Rupiah. Sehingga total kerugian seluruhnya sebesar Rp.1 003.000.000 yang dibayar secara tunai dan sekaligus kepada dirinya.

Kelima, Huidiyanto juga meminta Pengadilan menghukum Kapolda Riau untuk Meminta Maaf secara terbuka kepada dirinya melalui Media Massa selama 3 hari berturut-turut.

Keenam, menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan oleh Kapolda Riau yang berkenaan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/330/VIII/2021/SPKT/Riau tanggal 24 Agustus 2021, Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.KAP/ 76/IX/RES.1.11/2021 tanggal  10 September 2021 dan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/929/IX/Res. 1.11/ 2021/ Dit.Reskrimum tanggal 09 September 2021 serta Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.Han/73/IX/RES.1.11/2021 tanggal 11 September 2021.

Terakhir, ia meminta Kapolda Riau memulihkan hak-hak dirinya, baik dalam kedudukan, harkat serta martabatnya.

Diketahui, penyidikan kasus ini bermula dari Laporan Polisi UD Jaya Mandiri Nomor : LP/B/330/VIII/2021/SPKT/Riau tanggal 24 Agustus 2021. Laporan tersebut terkait dugaan Penggelapan dalam jabatan dan atau pertolongan jahat yang dimaksud dalam Pasal 374 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP, yang dilayangkan oleh Pemilik Usaha Sembako UD Jaya Mandiri, Sumarni.

Ia melaporkan barangnya digelapkan oleh oknum karyawannya bernama Fernando Tobing dan kawan-kawannya

Dalam keterangannya, Pemilik UD Jaya Mandiri mencium adanya kejahatan ini pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu, ketika Supir nya memberitahukan tentang kecurigaan terhadap Sales mereka bernama Fernando, diduga membuat orderan fiktif.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini