Polsek Tampan Menangkan Gugatan Pra Peradilan, Hakim Tolak Permohonan Tersangka Pemerasan

Redaksi Redaksi
Polsek Tampan Menangkan Gugatan Pra Peradilan, Hakim Tolak Permohonan Tersangka Pemerasan
riaueditor
Sidang putusan Prapid di PN Pekanbaru

PEKANBARU - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menolak permohonan praperadilan yang diajukan Rio Rahman, tersangka kasus dugaan pemerasan modus uang keamanan kepara pedagang pasar Selasa Panam beberapa waktu lalu.

Putusan dibacakan dalam sidang ketujuh terkait permohonan praperadilan di PN Pekanbaru, Kamis (22/7/2021) siang, hakim menolak eksepsi pemohon Rio Rahman diwakili kuasa hukumnya bernama Aswin SH dengan nomor 07/Pid.Pra/2021/PN.

Demikian disampaikan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, melalui Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita, Jumat (23/7/2021).

"Hasil keputusan praperadilan tersebut, hakim menolak eksepsi dari pemohon, dimana permohonan praperadilan itu diajukan oleh Rio Rahman diwakili kuasa hukumnya bernama Aswin SH dengan nomor 07/Pid.Pra/2021/PN. Pbr," ujar Ambarita.

Ambarita menambahkan, putusan ini terkait tentang sah atau tidaknya tindakan penangkapan dan penahanan yang telah dilakukan oleh penyidik terkait dugaan tindak pidana pemerasan dengan ancaman sebagaimana yang dirumuskan sesuai dalam Pasal 368 KUHPidana.

Dalam praperadilan tersebut, Rio meminta agar hakim menyatakan penyidikan yang dilaksanakan oleh Polsek Tampan, terkait dugaan tindak pidana sebagaimana rumusan Pasal 368 KUHP, yang dimuat dalam Surat Perintah Penahanan dan Surat Perintah Penangkapan, tidak sah dan tidak berdasar hukum.

Kemudian Rio meminta agar hakim memerintahkan termohon untuk membebaskan pemohon dari tahanan.

"Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Zefri Mayeldo Harahap, SH MH di PN Pekanbaru kemarin, menolak permohonan pemohon (Rio Rahman) seluruhnya. Kemudian menyatakan surat perintah penangkapan dan surat perintah penahanan sah secara hukum,” ungkap Ambarita.

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan penyidikan sah secara hukum, menolak permohonan Rio Rahman untuk dibebaskan dari tahanan, dan membebankan biaya perkara kepada Rio Rahman sejumlah nihil.

Dimana putusan itu mempertimbangkan beberapa aspek mulai dari dalil-dalil Rio Rahman tidak berdasarkan hukum, sementara Polsek Tampan dapat membuktikan dalil dalilnya.

Lalu surat perintah penangkapan dan penahanan sudah sesuai dengan ketentuan hukum yg berlaku, tindakan penyidik dinilai sudah sesuai dengan KUHAP. Dan Praperadilan hanya menilai aspek Formil, sepanjang penyidik dapat memenuhi alat alat bukti yaitu adanya pemeriksaan saksi dan bukti surat.

“Dengan putusan itu, Kapolda Riau, Kapolresta Pekanbaru, Polsek Tampan dinyatakan menang, dengan kuasa hukum kita dari Tim Bidkum Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, terdiri dari AKBP Yesi Chandra Ayu SH, Pembina Nerwan SH MH, Ipti Hindro R Panjaitan SH MH dan Dr Rudi Pardede SH MH," tutup Ambarita. (R2)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini