Polresta Pekanbaru Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Uang Tunai Rp3,2 Miliar Disita

Redaksi Redaksi
Polresta Pekanbaru Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Uang Tunai Rp3,2 Miliar Disita
Uang Rp3,2 miliar yang disita dari bandar narkoba jaringan internasional yang diungkap Polresta Pekanbaru.(Foto: Go Riau)

PEKANBARU - Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Pekanbaru berhasil meringkus seorang Bandar Narkoba jaringan Internasional di daerah Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Petualangan RAM, pemuda 25 tahun itu berakhir setelah ia dibekuk Saat Resnarkoba Polresta Pekanbaru di Rumah orang tuanya pada 21 November 2022.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita uang tunai senilai Rp3,2 miliar yang diduga uang hasil transaksi Narkoba. Selain itu, anggota Satnarkoba Polresta Pekanbaru juga menyita mobil mewah merek Honda Civic Turbo, beberapa buku rekening dan handphone mahal.

Punya banyak uang, wajah tampan dan muda, RAM ternyata dikenal tidak bekerja alias pengangguran. Uang yang dikantongi RAM diduga dari transaksi peredaran gelap narkoba.

Residivis ini sebenarya sudah jadi target polisi sejak sembilan bulan belakangan. RAM disinyalir seorang bandar besar sindikat internasional.

Diungkapkan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr. Pria Budi, SIK, MH didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Manapar S dan jajaran di halaman Mapolresta Pekanbaru, Senin (28/11/2022), RAM masuk dalam rangkaian peredaran narkoba yang dungkap polisi sekitar 6 dan 9 bulan lalu.

Penangkapan ini merupakan penangkapan dengan penyitaan uang tunai terbesar yang pernah disita Polresta Pekanbaru dalam tindak pidana Narkotika.

"Pelaku akan dijerat terkait pidana Narkotika dan tindak pidana pencucian uang," ungkap Kapolresta Pekanbaru.

Dalam hal ini, polisi tidak akan berhenti sampai di sini, akan ditelusuri juga rekeningnya. Karena di dalam rekening itu juga ada uang ratusan juta rupiah.

Dalam pengejaran RAM, polisi membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga memakan waktu berbulan-bulan.

"RAM diketahui selalu berpindah -pindah tempat, yakni ke Jogjakarta, Semarang hingga Kota Padang. Terakhir dia kembali ke Mandau, ke rumah orang tuanya," terang Kapolresta lagi.

Pria Budi mengapresiasi jajarannya atas penangkapan RAM ini, karena memutus peredaran Narkotika dengan meringkus RAM sebagai bandar besar.

Ia pun berjanji akan memberikan reward kepada satuannya.

Senada, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Manapar S menegaskan, jajarannya akan terus mengendus jaringan RAM, ada satu orang ditetapkan sebagai DPO.

"Kita akan telusuri," ungkap Manapar yang baru saja menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru ini.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini