Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi Bocah 13 Tahun di Inhu

Redaksi Redaksi
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi Bocah 13 Tahun di Inhu

PEKANBARU - Polres Inhu mengamankan tersangka pelaku mutilasi terhadap bocah berinisial BF (13) yang jasadnya ditemukan di areal Kebun Sawit PT Panca Agrol Lestari Divisi I Blok B16 Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal, Kabubapten Indragiri Hulu, Riau, pada Senin (30/8/2021). Pelaku berinisial PM (29).

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso menyebut motif pelaku tega membunuh dan memutilasi korban lantaran kesal.

Dari pengakuan, lanjut Alponso, karyawan PT Panca Agro Lestari (PAL) Desa Penyaguan ini mengaku kesal karena sapaannya dijawab korban dengan kata-kata tak senonoh.

Sewaktu pelaku hendak menuju ke tempat kerjanya disimpang Divisi I, PM melihat korban sedang duduk sambil bermain handphone dan ia menyapa korban "ngapa kau duduk disitu ikan teri", teguran ini mungkin membuat korban kesal sehingga korban menjawab dengan kata-kata yang kurang sopan.

"Pelaku tersinggung dengan perkataan korban, namun dia tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi kerja yang ternyata tidak jauh dari tempat korban BF duduk sambil bermain handphone," ujar Alponso didampingi Kasat Reskrim AKP Firman Fadhila pada press release Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut Alponso mengatakan, setibanya di lokasi kerja, pelaku meletakkan semua peralatan kerja dan melihat kearah tanggul tempat korban duduk.

Pelaku melanjutkan pekerjaannya memanen sawit, setengah jam kemudian, pelaku PM kembali mengarahkan pandangannya ke tempat korban duduk dan ternyata korban sudah ada. "Saat itulah muncul niat pelaku untuk menghabisi korban," ungkap Alponso.

PM lalu mendekati korban sambil membawa kapak, kemudian ia mengajak korban untuk melihat tajur ikan, anehnya, seolah-olah tak memiliki firasat buruk apa pun, sang bocah mengikuti ajakan untuk melihat tajur ikan tersebut.

Sekitar 100 meter berjalan kaki, pelaku mengayunkan kapak kearah korban dan menghantam dadanya, korban berteriak sambil berusaha lari dalam keadaan terluka. Namun pelaku terus mengejar dan setelah dekat, kembali mengayun kapak kebagian leher korban, saat itu korban tersungkur, tapi tetap saja berteriak.

Pelaku yang telah dirasuki setan, kian beringas dan langsung memenggal kepala BF hingga putus dengan kapak yang dipegangnya. Setelah korban tewas, pelaku pun membuang badan dan kepala sang bocah ke dalam kanal yang tak jauh dari lokasi korban dibantai dengan sadis.

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian menutupi ceceran darah korban menggunakan pelepah sawit kering, dilanjutkan dengan menuju kanal untuk mencuci badan dan pakaiannya yang terkena percikan darah," jelas Alponso.

Setelah membersihkan diri, pelaku langsung pulang kerumahnya seperti tidak ada kejadian apa-apa.

Bersma tersangka, polisi juga mengamankan barang bunkti, 1 unit sepeda motor Honda Revo Fit Nopol BM 5862 BAA milik, 1 buah kapak gagang kayu, 1 lembar baju kaos warna kuning dengan kerah warna hitam, 1 lembar celana bola warna coklat kombinasi hijau dan sepasang sepatu yang digunakan untuk panen sawit warna putih.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 340 atau 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukumana 20 tahun penjara," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga hari menghilang, bocah laki-laki BF (13) ditemukan tewas membusuk di areal Kebun Sawit PT Panca Agrol Lestari Divisi I Blok B16 Desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal Kabubapten Indragiri Hulu. Polisi menduga BF merupakan korban pembunuhan.

Temuan mayat korban berawal dari adanya aroma busuk yang sangat menyengat di Blok B 16 perusahaan tersebut pada Senin (30/8/2021) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Lantaran curiga salah satu karyawan PT PAL bersama 5 orang lainnya yang melakukan pencarian, mencari sumber bau menyengat tersebut.

"Setelah diperiksa sumber bau itu, ditemukan kepala tanpa badan, dan tidak jauh dari tempat tersebut kembali ditemukan bagian tubuh yang masih menggunakan celana pendek hitam dan baju kemeja motif kotak-kotak warna hijau.

Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Dari keterangan orang tua korban, pakaian yang ditemukan dilokasi kejadian sama dengan pakaian yang dipakai korban BF sewaktu pamit pada ibunya untuk pergi bermain game, karena dirumahnya jaringan internet tidak bagus pada Jumat (27/8/2021) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban BF sempat pulang kerumah untuk makan siang, dan setelah selesai makan ia pergi lagi bermain game. Dan sekitar pukul 14.00 WIB, ayah BF pulang kerumah dan langsung menanyakan BF kepada ibunya, lalu ibu BF menjawab sedang pergi main keluar.

Setelah hari petang, BF tak juga kunjung pulang kerumah, sehingga membuat ayah dan ibunya merasa cemas. Kemudian mencari BF ke rumah-rumah tetangganya, namun malam itu korban tak ditemukan.

Pada keesokan harinya, Sabtu (28/8/2021), orang tua BF dibantu warga sekitar kembali melakukan pencarian. Namun korban tidak juga ditemukan. (D2)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini