Kesal Karena Diberhentikan, eks Karyawan PT SSI Otaki Rampok Rp 775 Juta di ATM BRI Rohul

Redaksi Redaksi
Kesal Karena Diberhentikan, eks Karyawan PT SSI Otaki Rampok Rp 775 Juta di ATM BRI Rohul
riaueditor
Keempat pelaku rampok yang ditangkap

PEKANBARU - Tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau dan Satreskrim Polres Rokan Hulu berhasil meringkus empat pelaku perampokan uang Rp 755 juta di ATM BRI di Jalan Diponegoro Simpang Kumu Rambah Hilir Rokan Hulu, Riau, pada Selasa (31/8/2021) lalu.

Empat pelaku yang dibekuk tim gabungan itu berinisial MA alias BB (35), RT alias RS (39) dan HB alias BL (42), ketiganya merupakan pecatan TNI serta BM alias BY (29).

Hasil penyelidikan, RT alias RS (39) yang merupakan otak pelaku aksi itu mengakui jika perampokan ini berawal dari kekesalannya karena diberhentikan dari pekerjaannya PT SSI di bulan Juni 2021 lalu.

RT lalu menghubungi MA alias BB (35) dan memintanya mencarikan 2 orang rekan lainnya untuk membantu niatnya itu.

Tidak butuh waktu lama, MA menghubungi dan mengajak HB alias BL (42) serta BM alias BY (29) yang mau membantu melakukan perampokan yang telah disusun RT.

Dengan menggunakan mobil Xenia warna putih Nopol G 8510 HM pelaku MA, HB dan BM berangkat dari Jakarta ke Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Pada Sabtu (28/8/2021) ketiganya sampai di Rantau Berangin, Kampar untuk bertemu dengan pelaku RT, sambil melanjutkan perjalanan ke Pasir Pangaraian.

“Para pelaku ini sebelumnya sempat menginap dirumah kerabat RT, sambil membahas kembali rencana perampokan itu,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Rabu (15/9/2021).

Masih kata Sunarto, kemudian tepatnya pada Selasa (31/8/2021) malam, sekitar pukul 22.00 Wib, rencana awal dilakukan dengan mendatangi rumah Danil Sapta, selaku Teknisi mesin ATM yang dilakukan HB yang mengaku sebagai utusan dari pimpinan Bank BRI.

Mendengar kata pimpinan, Danil menyanggupi dan mengarahkan korban bertemu disebuah bank di Pasir Putih, setelah menyelesaikan memperbaiki kerusakan ATM.

Korban yang telah ditunggu dan menyelesaikan pekerjaannya, lalu dipanggil untuk masuk ke mobil, karena telah ditunggu pimpinan.

Namun, saat mendekati mobil, pelaku MA langsung menodongkan pisau sangkur sambil berkata“turuti kemauan kami, kau aman”. Selanjutnya, mulut korban dilakban dan tangan diikat tali nilon.

Pelaku RT alias RS lalu menutup mulut Daniel menggunakan lakban putih dan mengikat tangan korban menggunakan tali nilon. Korban pun langsung dibawa ke ATM BRI yang berada di Jalan Diponegoro Simpang Kumu, Desa Rambah Hilir, Kabupaten Rohul. Namun, tidak langsung beraksi karena orang masih ramai dan pergi sebentar menunggu sepi.

Saat kembali situasi sudah sepi, lalu korban dibawa untuk membuka brangkas ATM BRI tersebut. Kemudian menguras semua isinya dan kabur.

Setelah tiba di jembatan Batang Lubuh Jalan Lingkar Desa Pemartang Berangan Kecamatan Rambah, Rohul. Korban diturunkan dengan keadaan tangan terikat dan mulut dilakban.

“Menghilangkan jejak, para pelaku ini kabur kearah Sumbar. Disana keempatnya langsung membagi hasil,” kata Narto.

Untuk bagian para pelaku, tiga orang yakni RT, HB dan MA masing-masing mendapat Rp180 juta. Sedangkan, BM mendapatkan Rp 130 juta. “Sisa dua juta di sisihkan pelaku sebagai uang akomodasi,” jelas Narto.

Para pelaku disangkakan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (D2)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini