Gelapkan Barang Rp3,7 Milyar, Karyawan UD Jaya Mandiri Diciduk Polisi

Redaksi Redaksi
Gelapkan Barang Rp3,7 Milyar, Karyawan UD Jaya Mandiri Diciduk Polisi
riaueditor

PEKANBARU - Polda Riau berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan terhadap barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri senilai Rp3,7 Milyar yang dilakukan oleh FT dan kawan-kawannya, Rabu (8/9/2021). Pelaku FT diketahui merupakan karyawan bagian sales diperusahaan tersebut.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, pelaku kasus penipuan dan penggelapan barang-barang sembako tersebut yakni FT bersama tersangka lainnya kini masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di Ditreskrimum Polda Riau.

Menurut Sunarto, terungkapnya kasus ini berawal pada Jumat (20/08/2021) saat korban, Sumarni, selaku pemilik Gudang UD Jaya Mandiri yang berlokasi di Jalan Dharma Bhakti Gg Rino No 8 Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, melakukan pengecekan faktur hasil penjualan yang telah jatuh tempo ke beberapa toko di wilayah Kota Pekanbaru, Siak dan Pelalawan.

"Pemilik curiga, dari hasil pengecekan faktur barang dan penelusuran, beberapa hari kemudian, korban pun membuntuti pengiriman barang dan memergoki barang-barang tersebut ternyata dikirim ke gudang milik teman pelaku berinisial Hu alias WD di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru," kata Sunarto didampingi Direskrimum Polda Riau Kombes Teddy Rusmawan.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau dan polisi kemudian melakukan penyelidikan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pelaku.

Polisi setelah melakukan penyelidikan berhasil mengungkap dengan mengamankan FT bersama pelaku lainnya pada Rabu (8/9/2021) sore.

Dari hasil pengembangan tindak kejahatan ini dimulai sekitar bulan Mei 2021. Saat itu pelaku Hu alias WD alias DD Siak mengajak FT untuk bekerja sama menjual barang-barang sembako dari UD Jaya Mandiri kepadanya dengan harga murah (dibawah harga modal) dan membuat faktur barang fiktif dan akan dibayarkan secara bertahap kepada FT.

Setelah disepakati kerja sama tersebut, FT yang merupakan sales di UD Jaya Mandiri lalu memesan/order barang-barang sembako kepada korban Sunarmi untuk diantarkan ke bebarapa toko yang berada di Siak dan Pelalawan.

Pelaku FT kemudian menyuruh supir mengantarkan barang-barang sembako yang diorder tersebut ke gudang milik Hu alias WD di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru.

"Setelah menerima barang-barang tersebut, Hu alias WD menyuruh FT untuk membuat faktur penjualan fiktif agar tidak diketahui oleh korban Sunarmi bahwa barang sembako itu dijual kepadanya dengan harga murah (dibawah harga modal)," jelas mantan Kabid Humas Polda Sultra yang akrab dipanggil dengan sebutan Narto ini.

Masih kata Sunarto, sejak bulan Mei 2021 hingga 24 Agustus 2021, pelaku FT telah membuat orderan fiktif sesuai 76 faktur penjualan untuk dapat membawa barang-barang sembako dari gudang UD Jaya Mandiri milik korban Sunarmi dengan menyuruh supir untuk mengantarnya ke gudang pelaku Hu alias WD.

Atas penerimaan barang-barang itu, pelaku Hu alis WD membayarkan uang sebesar Rp1,4 Milyar kepada FT secara bertahap dengan mentransfernya ke rekening Bank BRI milik Nurminta Sihombing yang merupakan orang tuanya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka FT mengaku, menggunakan uang hasil pembayaran barang-barang sembako tersebut untuk keperluan pribadi dan keluarganya.

Atas perbuatan tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (D2)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini