ADVERTORIAL

Pemkab Pelalawan Luncurkan SIDAPA, Inovasi Digital Tingkatkan Transparansi Pendapatan Daerah

Redaksi Redaksi
Pemkab Pelalawan Luncurkan SIDAPA, Inovasi Digital Tingkatkan Transparansi Pendapatan Daerah
istimewa

PELALAWAN, riaueditor.com - Pemerintah Kabupaten Pelalawan dibawah kepemimpinan H. Zukri Bupati dan H. Husni Tamrin, SH Wakil Bupati berkomitmen dalam mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berbagai inovasi digital terus digesa untuk berbagai bidang layanan publik. Hal ini mencakup upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas birokrasi, transparansi, serta pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa contoh inovasi digital yang sedang digesa antara lain:

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE):

Pemkab Rohil meluncurkan portal SPBE sebagai bagian dari upaya menuju layanan pemerintahan digital yang lebih efektif dan efisien.

SIDAPA: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pelalawan meluncurkan SIDAPA, sebuah inovasi digital untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Aplikasi Absensi ASN Berbasis Teknologi: Pemkab Pelalawan sedang menguji coba aplikasi SIMPEGNAS BKN untuk pencatatan kehadiran ASN yang lebih akurat dan terintegrasi, serta untuk pemotongan TPP secara otomatis bagi yang terlambat atau tidak hadir tanpa keterangan.

Pembinaan dan Penilaian Terpadu: Pemkab Pelalawan membentuk tim pembinaan dan penilaian terpadu untuk meningkatkan kinerja BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Puskesmas, termasuk penggunaan teknologi dalam pelayanan kesehatan.

Terkhusus dalam rangka meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan meluncurkan inovasi digital bertajuk SIDAPA (Sistem Informasi Dashboard Pendapatan Daerah).

Kepala Bapenda Kabupaten Pelalawan, Hj. Jahlelawati diruang kerjanya, Selasa (23/6/2025) menjelaskan bahwa SIDAPA dikembangkan untuk mempermudah monitoring pendapatan daerah secara real-time serta mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat oleh pimpinan daerah.

"Aplikasi ini sangat diperlukan khususnya saat rapat evaluasi, karena bisa langsung menyajikan data kinerja perangkat daerah pengelola PAD secara actual," ujarnya.

SIDAPA merupakan hasil inovasi dari Kabid Pelayanan, Pengembangan dan Pelaporan PAD, Hj. Sulastri, S.Ag, yang menyajikan data pajak, retribusi, dan jenis pendapatan lainnya dalam bentuk dashboard interaktif berbasis web. Masyarakat dapat mengakses SIDAPA https://simpatda.pelalawankab.go.id/dashb untuk mengetahui langsung capaian dan realisasi PAD Kabupaten Pelalawan.

Dashboard ini menyajikan Komposisi Target PAD tahun 2025; Perbandingan antara target dan realisasi pendapatan dari berbagai sektor; Peringkat OPD berdasarkan capaian realisasi anggaran PAD; dan Grafik pertumbuhan penerimaan daerah.

Selain inovasi digital, Bapenda juga meluncurkan program Non-Digital yaitu: GETAR PAK KADES (Gerakan Target Maksimal Pajak di Kelurahan dan Desa), Optimalisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah ke desa-desa. Program ini bersinergi dengan pemerintah kelurahan dan desa untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, mempercepat layanan pajak, dan memastikan pengelolaan pajak daerah berjalan maksimal dan efisien.

"Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah, inovasi ini juga dirancang untuk memperbaiki kualitas layanan publik. Kami terus berkomitmen mencari terobosan baru yang transparan dan akuntabel demi kemakmuran Bersama," jelas Jahlelawati.

Komposisi Target Pendapatan Daerah 2025

- Pajak Daerah 14,46 %

- Retribusi Daerah 1,44 %

- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 1,64 %

- Lain lain PAD yang Sah 3,86 %

- Pendapatan Transfer Pemerintah 78,6 %

Komposisi Target PAD 2025

- PBJT jasa perhotelan 1,07 %

- PBJT makanan / minuman 4,67 %

- PBJT jasa kesenian dan hiburan 2,11 %

- Pajak reklame 0,79 %

- PBJT tenaga listrik 19,14 %

- PBJT jasa parkir 0,02 %

- Pajak air tanah 0,82 %

- Pajak sarang burung walet 0,31 %

- Pajak MBLB 0,04 %

- PBB 12,5 %

- BPHTB 8,2 %

- Opsen pajak kendaraan bermotor 29,81 %

- Opsen bea balik nama kendaraan 22,51 %

Komposisi Target Pendapatan Retribusi Daerah 2025

- Retribusi pelayanan persampahan 7,83 %

- Retribusi penyediaan pelayanan 3,91 %

- Retribusi pelataran 1,57 %

- Retribusi los 1,57 %

- Retribusi kios 0,59 %

- Retribusi penyewaan tanah 0,06 %

- Retribusi pelayanan kepelabuhan 0,39 %

- Retribusi penjualan produksi H 15,65 %

- Retribusi penjualan produksi h 0,16 %

- Retribusi penjualan produksi h 9,78 %

- Retribusi persetujuan pembangunan 58,7 %

Komposisi Target Pendapatan lain lain PAD 2025

- Bagian laba yang dibagikan kepada pemerintah 29,77 %

- Pendapatan BLUD 70,23 %

Komposisi Target Pendapatan Transfer

- Dana perimbangan 91,45 %

- Dana Desa 7,52 %

- Insentif fiskal 1,04 %.(Adv/ZG)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini