Home  / Sport
Digagas 2 Pelatih Kawakan,
Sebulan Berdiri, Sekolah Bola Garuda Melayu Sudah Memiliki 150 Siswa
Sabtu, 22 September 2018 | 20:31:00
farhan
SSB Garuda Melayu
PEKANBARU, riaueditor.com - Penggiat maupun peminat bola di Kota Pekanbaru, Riau terus meningkat, terutama dari kalangan pelajar. Banyak sekolah sepakbola yang bermunculan dengan tujuan melahirkan pesepakbola profesional, salah satunya Sekolah Sepakbola (SSB) Garuda Melayu yang digagas oleh dua pelatih sepakbola kawakan.

Meski belum seumur jagung, SSB Garuda Melayu yang resmi berdiri pada 5 Agustus 2018 itu sudah memiliki 150 siswa terdaftar di SSB. 

Dua pelatih SSB Garuda Melayu yakni, Muhammad Zulmi yang merupakan pendiri SSB Bina Muda dan SSB Bintang Harapan. Dua SSB ini juga pernah menyumbangkan 13 pemain untuk PSPS Junior. Kemudian ada Edi Iskandar yang merupakan pendiri SSB Portes, dimana para siswanya menjadi cikal bakal lahirnya supporter PSPS Riau, Asykar Theking.

"SSB Garuda Melayu pun kini menjadi salah satu magnet bagi generasi muda dan juga para orangtua di Kota Pekanbaru untuk memberikan aktifitas dan kegiatan positif bagi anak-anaknya, dari pada dibiarkan melakukan hal negatif atau merugikan," ujar Muhammad Zulmi.

Zulmi dan rekannya Edi Iskandar ingin mewujudkan mimpi untuk memajukan persepakbolaan usia dini di Riau, khususnya Kota Pekanbaru dengan metode latihan dan konsep yang berbeda dari sekolah sepakbola lainnya. Dengan memberikan warna baru di dunia persepakbolaan usia dini di Bumi Lancang Kuning.

"Kami ingin membuat kompetisi sepakbola usia dini kembali berjalan, dan kami juga merencanakan mendirikan empat hingga lima Garuda Melayu. Sebelum itu, kami ingin mencocokan visi dulu dengan teman-teman yang ingin bergabung bersama kami," ujarnya.

Sependapat dengan Zulmi, Edi Iskandar juga bercita-cita menjadikan SSB Garuda Melayu sebagai trendsetter, salah satunya dengan mengajarkan sportifitas agar tidak bermain curang dalam berkompetisi dan meraih kemenangan. 

"Sportifitas ini tidak hanya bagi siswa, juga orangtua yang mempercayakan anaknya untuk berprestasi di SSB Garuda Melayu. Salah satunya dalam proses seleksi, kami tidak akan memainkan anak yang terseleksi dengan cara curi umur. Sebab, bagi kami kecurangan itu adalah sebuah bencana. Dan itu kami tegaskan pada orangtua siswa bahwa untuk meraih kemenangan tanpa harus berbuat curang," tutur Edi.

Ditambahkan Edi, kita belajar dari kasus yang sudah-sudah, ada pemain yang bagus ikut skala nasional bermasalah dalam pembuktian tanggal lahir. Pekanbaru punya catatan khusus untuk event nasional dalam masalah umur. SSB Garuda Melayu akan tekankan dalam hal tersebut, dimana untuk meraih kemenangan jangan menghalalkan segala cara, tegasnya.

Masih menurut Edi, dengan slogan SSB Garuda Melayu 'Building Skills', semaksimal mungkin ia berusaha membangun dan membentuk pemain bertalenta mumpuni dan punya attitude yang bagus. 

Siswa SSB Garuda Melayu tidak hanya diajarkan bermain bola tetapi siswa juga dididik untuk berjiwa sportif. "Dan juga para siswa tidak hanya kompak di dalam lapangan saja, namun tetap kompak dan memiliki jiwa persaudaraan di luar lapangan. Santun dan taat terhadap orangtua, religius dan tidak terlibat narkoba," pungkasnya.

Saat ini, SSB Garuda Melayu berlatih di dua lapangan berbeda, yakni d Lapangan FKIP Universitas Riau (UR) yang berada di Jalan Thamrin dan di Lapangan Satria, Jalan Singgalang, Kota Pekanbaru. ***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pemerintah China Tutup Sekolah-Sekolah Islam, Ini Alasannya
Disdik Pekanbaru Rencanakan Merger Sekolah Satu Kompleks
Messi: Dalam Sepakbola, Pencapaian Tim Selalu Lebih Penting Daripada Individu
Banjir Setinggi Setengah Meter Rendam Sekolah, Pesantren Liburkan Santrinya
245 Siswa Lebanon Kunjungi Markas Pasukan Garuda Indobatt di Lebanon Selatan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad