Home  / Sport
Alumni ITB Ini Jadi Sekjen PSSI Perempuan Pertama, Bagaimana Kisahnya?
Selasa, 1 Agustus 2017 | 09:33:56
(Foto: Istimewa)
Ratu Tisha
JAKARTA - Sosok Sekretaris Jendral Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang baru, Ratu Tisha Destria kini tengah jadi sorotan bagi pecinta persepakbolaan tanah air. Pasalnya, Tisha merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekjen PSSI.

Rupanya, gadis cantik ini merupakan alumni di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Ya, Ratu Tisha Destria pernah tercatat sebagai mahasiswa jurusan Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia mengaku kecintaannya pada dunia sepak bola dimulai dari bangku SMA saat dirinya turut andil dalam manajerial klub sepak bola di sekolahnya. Hal ini, akunya, berlanjut hingga di bangku kuliah. Di ITB, Tisha sendiri merupakan manajer tim sepak bola ITB.

Usai lulus dari ITB, Tisha mengaku rasa cintanya pada sepak bola dan matematika mendorongnya menjadi salah satu inisiator dalam pembentukan salah satu perusahaan penyedia jasa manajemen data dan statistik sepak bola.

Ia lantas bekerja di suatu perusahaan minyak dan gas sebelum melanjutkan studi S-2 di Eropa. Bahkan, Tisha merupakan satu-satunya perempuan di Asia yang mendapat beasiswa FIFA Master International Master in Management, Law, and Humanities of Sports di Eropa.

Tisha mengaku dirinya mengalami proses yang panjang sebelum mendapat beasiswa. "Tak hanya melulu sepak bola yang diuji, namun juga wawasan tentang industri secara umum dan perekonomian pun harus dipahami," kata Tisha seperti dilansir dari laman ITB, Selasa (1/8/2017).

Ia tak memungkiri rasa bangganya atas kepercayaan PSSI yang mengangkatnya jadi Sekjen. Jadi Sekjen PSSI perempuan pertama, Tisha mengatakan hal itu merupakan refleksi kesetaraan gender dalam tubuh persepakbolaan Indonesia.

Capaian prestasi dan tanggung jawab baru yang harus diemban Tisha merupakan suatu bentuk konsistensi diri pada sesuatu yang dicintai. Tisha berpesan bagi para generasi muda, khususnya mahasiswa untuk terus fokus pada apa yang dikerjakan dan tetap meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang dicintai meski tak ada hubungannya dengan yang dipelajari semasa kuliah.

"Apapun yang dikerjakan, lakukan semaksimal mungkin karena itu akan membuat kita terus melangkah konsisten ke depannya," pesan dia.


(sus/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kasmarni Amril Terima Penghargaan Citra Perempuan Penggerak Pembangunan
Oval, Bentuk Wajah Paling Sempurna untuk Perempuan Asia
PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri sebagai Pelatih Timnas U-19
Bupati Wardan Buka Sosialisasi Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Inhil
Bupati Aziz Santuni Anak Yatim dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad