Home  / Sosial
Polres Inhu, KPUD, Bawaslu dan Wartawan Sepakat Deklarasi Anti Berita Hoax
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:49:49
zap/riaueditor.com
Polres Inhu, KPUD, Bawaslu dan Wartawan Sepakat Deklarasi Anti Berita Hoax.
RENGAT, riaueditor.com - Berita hoax bukan hanya merugikan salah satu pihak, tapi bisa juga merugikan media yang memberitakannya, bahkan bisa dilakukannya proses hukum, jika pemberitaan itu dilaporkan oleh yang merasa dirugikan itu.

Bukan hanya itu, berita hoax juga sudah barang tentu dapat merugikan public, sebab dengan pemberitaan hoax public secara otomatis telah diajak untuk membaca berita bohong dan atau fitnah, dengan demikian diharapkan kepada Pers media apapun itu agar menghindari pemberitaan yang arahnya hoax.

Demikian dipaparkan Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SiK,MH dihadapan sejumlah wartawan dari berbagai media cetak dan electronic yang juga dihadiri oleh Ketua KPUD Inhu, M Amin, Ketua Bawaslu Inhu, Ahmad Khaeruddin, Kapolsek Rengat Barat, Kompol. Bujang Suryadi.

Dikatakan Kapolres, Pesta demokrasi yaitu pemilihan Gubernur Riau yang tidak lama lagi akan berlangsung, dengan demikian diharapkan kepada media agar dapat memberikan pemberitaan yang berimbang dan pencerahan guna dapat sebagai pemberitahuan hingga edukasi terhadap masyarakat yang membacanya.

Artinya, pemberitaan itu diharapkan dapat terjaga dengan baik keutuhannya dan terhindar dari hoax, wartawan juga mempunyai hak di negeri ini untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban sehingga lingkungan tetap bisa terjaga dengan baik dan kondusif, silahkan memberitakan apa saja terkait Pilkada Gubernur Riau ini, namun harapannya tidak cenderung memihak kepada salah satu paslon, apalagi sampai mengarahkannya, karena wartawan sifatnya juga sebagai wasit (Juri) yang kedudukannya di tengah tengah siapapun itu pihaknya.

Harapan Kapolres juga, melalui media bisa mengajak masyarakat luas untuk tidak menjadi pemilih Golput (Golongan Putih) yaitu tidak ikut peran sertanya dalam memberikan hak suaranya, diharapkan ke depan untuk jajaran masyarakat Kab Inhu tidak ada lagi masyarakat yang Golput, semua warga Negara agar berperan aktif memberikan hak suaranya, silahkan saja siapa yang akan dipilihnya menurut keyakinannya masing masing, katanya.

Arif Bastari juga membeberkan bagaimana kiatnya dalam mengamankan dan menjadikannya daerah tetap kondusif, hingga terciptanya situasi kondisi toleransi masyarakat menjadi aman dan terkendali, ini dibuktikannya saat dilaksanakan Pilkades serentak yang baru saja dilaksanakan, dan kiat itu masih terus dilaksanakan dan ditingkatkan, yang penting semua pihak ikut menjaga kondisi ini agar tetap terjaga dan terciptanya keamanan ketertiban keharmonisan yang selaras dan seimbang di kalangan masyarakat itu sendiri.

Ketua KPUD Inhu, M Amin mengatakan, semua tahapan untuk pelaksanaan Pilgubri 2018 ini sudah berjalan sesuai dengan ketentuan, bahkan mulai Rabu (14/3) KPUD Inhu bersama sama dengan PPK di semua Kecamatan yang ada di Inhu, akan memasang alat peraga kampanye.

Ketua Bawaslu Inhu, Ahmad Khaeruddin menjelaskan bahwa personil yang tadinya bernama Panwaslu dirobah menjadi Bawaslu yang jumlahnya hanya tiga orang, ke depan akan bertambah menjadi 5 orang, sehingga jumlah KPUD Inhu disamakan menjadi sama sama 5 personil.

Keistimewaan Bawaslu saat ini, jika ditemukannya pelanggaran terhadap perjalanan Pemilihan apapun itu tahapannya, Bawaslu bisa langsung mengadili permasalahan yang terjadi, tentu saja bersama sama dengan institusi yang terkait, Kata Ahmad Khaeruddin. (zap)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Uang Berstempel Ganti Presiden 2019, BI: Akan Dimusnahkan
Koki Terkenal di India Dipecat Gara-Gara Cuitan di Twitter yang Dianggap Anti-Muslim
Panglima TNI: Tingkatkan Kesiapan Antisipasi Accident
Jelang HUT Bhayangkara Ke 72, Polantas Anjangsana Ke Panti Asuhan
Tim Densus 88 Anti Teror Geledah Kampus Unri

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad