Home  / Sosial
Ade Hartati Peduli Nasib Tina si Buruh Cuci dengan 7 Anak
"Jangan sampai tidak sekolah, karena mata rantai kemiskinan akan kita putus"
Rabu, 26 Juli 2017 | 22:45:35
eza/rec
Ade Hartati Peduli Nasib Tina si Buruh Cuci dengan 7 Anak
PEKANBARU, riaueditor.com - Didera kemiskinan dan wujud kepedulian kepada sesama, kali ini Anggora DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati Rahmad Mpd beserta Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini mendatangi rumah dan melihat langsung keadaan Kristina (30) warga Kelurahan Pesisir Kedamatan Lima puluh, Rabu (26/7)

Bersmaa anak anaknya, Kristina bercerita masa kelam yang ia jalani bersama sang suami yang pergi entah kemana. Tanpa diduga air matanya pun terlihat menetes karena terharu melihat orang yang peduli kepada ia dan buah hatinya.

"Anak anak saya semua sudah tidak ada yang sekolah, kalau niat mereka ada. Tapi karena tidak ada biaya semua putus sekolah," jelas Tina. 

Menaggapi hal itu Anggota DPRD Provinsi Riau Ade Hartati langsung meminta kepada RT setempat Samsu agar mempermudah jalur urusan Identitas Tina seperti kartu tanda penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan lainnya yang telah lama tak berfungsi.

Selain itu dalam kunjungan tersebut Fraksi partai amanat nasional (PAN) itu juga memberikan berupa sumbangan seperti beras, indomie, sarden dan kebutuhan lainnya.

"Jangan dinilai dari barangnya yang penting, pesan-pesan saya anak-anak jangan sampai tidak sekolah kalau tidak mampu lapor, karena mata rantai kemiskinan akan kita putus," kata Ade.

Ade mengingatkan apabila terjadi kendala dalam pengurusan itu diminta agar melaporkan kembali kepada pihaknya. Atas kondisi ini anak-anak jangan sampai tidak sekolah dan tidak bisa makan dan berobat.

"Semua harus sekolah karena kalau tidak angka kemiskinan akan begini terus, ibu juga harus yakin insya Allah akan ada jalannya," pesan Ade lagi.

Selain itu melihat pekerjaan Tina yang sehari harinya bekerja sebagi buruh cuci untuk menafkahi anak-anaknya. Ade juga menawarkan untuk usaha sampingan.

"Kalau ibuk mau, kami akan masukkan ke lembaga pelatihan sebagai tambahan ekonomi," ujarnya lagi.

Sementara itu Ade juga meminta agar Tina untuk menyekolahkan anak-anaknya harus mempunyai keyakinan, sebab anak kata Ade adalah titipan yang sangat mulia.

"Sama seperti barang, kalau masalah uang sekolah ibuk tidak usah pikirkan, semua akan dipasilitasi," jelasnya.

Selain itu Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR) Rosmaini didampingi Wakil Ketua LBP2AR Mirsal juga menyarankan agar anak-anak yang telah dititipkan agar tidak dilakukan kekerasan.

"Jangan lakukan kekerasan, ibuk harus kuat semoga anak-anak nantinya sukses tanpa didanpingi suami," Singkatnya.

Disamping itu Kristina yang penuh haru mengungkap rasa terimakasihnya kepada Anggota DPRD dan Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR). "terima kasih banyak mudah-mudahan dengan bantuan ini anak saya dapat sekolah kembali," ujarnya. (Eza)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Danramil 01/Rengat Hadir Pawai Taaruf Dan Pembukaan MTQ Ke-47 Inhu
Bupati dan DPRD Teken MoU KUPA PPAS Perubahan 2017
Gubri Resmi Buka Riau Investment Forum 2017
Silaturahmi Bersama Pemkab Inhu, Danrem 031/Wira Bima Ingatkan Bahaya Komunis, Narkoba Dan Karhutla
Satgas Indobatt-03 Peringati HUT TNI Ke-72 di Tanah Darfur-Sudan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad