Home  / Senibudpar
Kampung Rawa Mekar Jaya Siak, Jadi Tempat Wisata Alam Mangrove Terbaik
Jumat, 8 Juni 2018 | 23:23:13
Diskominfo Siak
SIAK, riaueditor.com - Jika ingin butuh tempat refresing untuk melapas penat hiruk pikuk kehidupan di perkotaan, tak ada salahnya saat musim libur meluangkan waktu sejenak besama keluarga untuk melihat pemandangan indah, udara yang segar di tambah dengan kicawan suara burung nan merdu.

Anda tidak usah jauh-jauh keluar daerah untuk berwisata bersama keluaraga, kini di kabupaten Siak ada tempat yang demikian, yakni di kawasan wisata alam hutan mangrove di Kampung Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Secara historis, kawasan ini dulunya pernah rusak akibat adanya penebangan liar. Setelah di kelola kelompok sadar Wisata setempat dari tahun 2012 lalu, ditetapkan sebagai area konservasi dan edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan.

Ketua kelompok sadar wisata Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Setiono mengatakan, kawasan hutan Mangrove Kampung Rawa Mekar memiliki luas 25 hektar, di dalamnya terdapat belasan satwa liar dan puluhan jenis batan bakau.

"Kawasan hutan bakau Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak ini, kita jadikan areal konservasi dan edukasi, setelah dulunya rusak akibat penebangan liar sejak tahun 2013 kita pulihkan kembali. Saat ini kami sudah menanam bibit bakau kurang lebih 17 ribu batang," kata Setiono saat dihubungi awak media Kamis 7 Juni 2018.

Setiono menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan fasilitas, seperti akses jalan dari kayu, pos pantau, area parkir kendaraan.

Untuk memasuki area hutan bakau lanjut Setiono, pengunjung hanya di kenakan biaya tiket masuk perorang sebesar Rp.5000 (Lima ribu rupiah), pengunjung bisa berjalan-jalan sambil menikmati asrinya hutan mangrove dan berfoto dengan latar belakang hutan bakau ini.

Sarana perahu juga disediakan untuk pengunjung yang ingin mengitari hutan mangrove melalui jalur air. Biasanya kawasan wisata bakau ramai di datangi setiap musim liburan anak sekolah dan libur lebaran masyarakat baik lokal dan juga luar kabupaten mendatangi lokasi wisata hutan mangrove ini.

"Sebagai daerah konservasi, kami saat ini terus melakukan penanaman bakau. Hampir 18 ribu batang lebih yang sudah kami tanam. Kami juga menyiapkan pasilitas umum seperti jembatan kayu yang sudah di bangun sepanjang 1 kilo meter, pembangunan tempat selfe, parkir dan rumah rumah tempat istirahat bagi para pengunjung, sebagai penunjang fasilitas objek wisata," terang Setiono.

Tambah Setiono lagi, kegiatan wisata di area hutan mangrove, selain mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha di sekitar area ekosistem hutan dan ekosistem pantai, juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem hutan, khususnya hutan mangrove.

Menurutnya, sejak dicanangkan Pemkab Siak bahwa hutan bakau Kampung Rawang Mekar Jaya, sebagai daerah konservasi dan objek wisata edukasi, sudah banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Pekanbaru yang melakukan penelitian dan berwisata ke tempat tersebut.

"Syukurlah, dengan adanya tamu dan pengunjung datang kesini, daerah kami menjadi di kenal orang, sangat banyak manfaat melestarikan hutan bakau ini, selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi warga setempat," pungkasnya.

Lebih jauh Setiono menyebutkan yang menjadi kendala saat ini adalah akses jalan menuju lokasi di objek wisata bakau sangat memperihatinkan, lantaran adanya kerusakan jalan menuju lokasi yang perhatian Pemkab Siak, agar segera diperbaiki, sehingga untuk kelokasi wisata dapat di tempuh dangan waktu singkat.

Hutan bakau ini terdapat 17 jenis batang Mangrove (bakau) diantaranya, Bakau Puteh, Kedabu, Tembusing, Api-api putih. Sedangkan hewan khas, terdapat 10 jenis burung. Ikan terdapat 11 jenis, dan 9 jenis siput hutan bakau. Flora dan fauna yang ada di hutan bakau ini senantiasa terjaga dari tangan-tangan yang tidak bertangung jawab," tandas Setiono. (adi)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kantong Darah Antibakteri Karya Mahasiswa Unair Dibuat dari Mangrove
Pergelaran Malam Kesenian ‘Bengkalis Bedelau’ Resmi Dibuka
Kapolri: Saya Melihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia
Lagi, Bakamla Segera Tanam Mangrove di Perbatasan Negeri
Bawa Sabu Dalam Roti, Koki Masak Lapas Kelas II A Pekanbaru Ditangkap

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad