Home  / Senibudpar
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu 2017
Selasa, 28 November 2017 | 21:46:25
ys/riaueditor.com
PS.PANGARAIAN, riaueditor.com - Kepala Badan perencanaan ‎pembangunan daerah (Bapeda) Rokan Hulu (Rohul) Nifzar membuka Forum rencana induk pembangunan Pariwisata kabupaten (Riparkab) kabupaten Rohul tahun 2017.

‎Dalam forum Riparkab Rohul tersebut, hadir sebagai nara sumber dari kementerian pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar Ri) yakni, Deputi hukum dan pariwisata kemenpar RI, Lusi Kusuma Dewi dan kabid Destinasi Pariwisata Provinsi Riau Fuad.

Kepala Bapeda Rohul, Nifzar mengungkapkan, RTRW Rohul telah berkesusaian dengan kebijakan satu peta, untuk itulah didalam Riparkab 2017 ini  ada dua koridor terhadap wisata yang akan dikembangkan yakni, wisata alam dan koridor wisata budaya.

Ia menambahakan, dalam mengembangkan dia koridor wisata tersebut haruslah ditunjang dengan koridor ekonomi lokal.

‎Lebih lanjut dijelaskanya, untuk pengembangan wisata alam ini natinya akan dipusatkan di Kecamatan Rambah, Bangun Purba, Rokan IV kota dan Pendalian IV Koto, dan kecamatan Tandun karena itu didukung dengan kondisi alam yang masih asri.

Sementara untuk koridor wisata budaya, nantinya akan diarahakan ke kecamatan kunto Darussalam, Kepenuhan, Tambusai, Tambusai utara, karena alamnya sudah mulai tergerus.

"Kita berharap dengan memaksimalkan dua koridor Wisata ini diharapkan budaya tetap lestari, dan alam Rohul dapat kita manfaatkan untuk kepentingan peningkatan pariwisata," ungkapnya, selasa (28/11) di kantor Bapeda.

Diakuinya, Pada prinsipnya kendala yang saat ini dihadapi yakni Peningkatan akses dan ketersediaan infrastruktur, untuk itulah pihaknya akan melakukan koordinasi dalam rangka percepatan dengan beberapa OPD terkait, seperti dinas PU, Pariwisata, Sosial, koperasi dan masyarakat.

"Didalam Riparkab itu nantinya akan menjadi acuan kita dalam mengembangkan pariwisata di Rohul untuk 20 tahun mendatang, jadi kita harus benar-benar melengkapi data-data untuk menjadi sebuah dokumen yang bisa menarik dana-dana pusat, karna kalau mengandalkan APBD Rohul tidak akan sanggup," Imbuhnya.

Terkait Mesjid Agung, diakui Nifzar akan menjadi pusat destinasi wisata ‎Rohul tapi hanya konteks Religi, untuk itulah pihaknya akan melakukan integrasi dan konektifitas, bersamaan dengan wisata alam dan budaya.

"Jadi inilah tiket wisata yang memanjakan pengunjung, semua ada di Rokan hulu, mulai dari budaya, alam dan Wisata Religi nya, dan ini yang akan kita kembangkan untuk 20 tahun mendatang," jelasnya.

Pada forum ini Nifzar berharap, agar sigernitas, sinkronisasi dan keselarasan dokumen, serta Riparkab Rohul dengan ‎dokumen Wisata pariwisata Provinsi dan Nasional.

Dengan adanya dokumen yang ada di provinsi, berharap dengan senergitas dan keselarasan dengan regulasi-regulasi yang telah ditentukan pariwisata nasional.

"Dengan adanya keselarasan antara program Daerah, provinsi, nasional secara bersaman untuk menjadikan pariwisata daerah sebagai penghasil pendapatan daerah dan menggeser pendapatan lainya," tuturnya.

‎Sementara Lusi kusuma Dewi mengungkapkan, dari dokumen Riparkab kabupaten Rahul yang ada padanya lebih menitik beratkan ke distinasi Religi sebenarnya sudah cukup bagus, potensi alamnya dan budaya juga sudah ada.

"Hanya saja belum ada pemeteaan, dan terorganisir, pemetaan dan rekap datanya, ‎Itu seharunya sudah tergambar, tertuang dari kondisi industri, dan harus ada target usianya berapa? Yang menikmati wisata-wisata di Rohul, itu harus sudah tergambarkan," imbuhnya,

Diakuinya, untuk icon Rohul sebenarnya yang ia tahu saat ini baru Islamic center, untuk ke depanya tergantung Pemda kabupaten sendiri, apa Icon yang akan difungsikan apakah alam dengan mengembangkan miniatur Hutan Tropis atau lainya.

"Kita pusat sifatnya hanya meberikan suport saja, Salah satu sayaratnya, jika ingin mendapatkan dana dari pusat itu, biasanya mereka tanyakan yang pertama adalah dokumen dan Masterplen ‎pengembangan, ketika sudah ada bahkan diterbitkan perdanya, Berarti itu menunjukan komitny pemerintah," terangnya.

Sementara, kabid Destinasi pariwisata Provinsi Riau Fuadi mengungkapkan, pariwisata itu milik semua, yakni, ada pemerintahnya, swasta , masyarakatnya dan media.

"Jika pemerintah, swasta, masyarakat dan media sudah bersinergi, saya yakin pariwisata akan berkembang menjadi lebih maju kedepan," imbuhnya.

Dirinya juga menambahakan, untuk menjadikan wisata agar lebih maju, diharapkan kerjasama dengan semua stakeholder dan OPD lainya, karena pembangunan infrastruktur itu adalah pemerintah, untuk itulah pariwisata harus bersinergi dengan OPD lainya.

"Nah yang tak kalah penting adalah Kita juga harus menyiapkan masyarakat sadar wisata yang peduli pengembangan pariwisata yang mengedepankan dan mendahulukan muatan muatan lokal dan budaya lokal," terangnya.

Diakuinya, Riau kaya dengan budaya lokal dan kearifan lokal tentunya hal ini akan menjadi suatu hal yang luar biasa. Kearifan lokal menjadi keramah tamaahan pariwisata yang luar biasa.

"Karena ada beberapa hal dalam pengembangan wisata seperti investor, karna investor juga akan melihat hal-hal ini ‎Ketika bicara Rohul kita sudah bisa meyakinkan investor dalam mengembangkan wisata alam dan budaya yang sedang disusun oleh Rohul," pungkasnya. (Adv/hum)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Upah Minimum Kabupaten Rokan Hulu 2018 Naik
Panglima TNI: Peran Perencanaan Sangat Strategis Dalam Proses Pembangunan Kekuatan TNI
Tes Urin Mendadak, Tiga Pegawai Dinas PUPR Rohul Terindikasi Positif
Dandim 0313/Kampar Hadiri HUT Kabupaten Rohul Ke 18 Tahun
Danrem 031 Wirabima Ajak Warga Nonton Pemutaran Film G 30 S/PKI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad