Home  / 
Negara Baru Berwacana, Di Siak Zakat Membawa Berkat
Sabtu, 10 Februari 2018 | 09:20:22
ist.
Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi saat berbincang dengan penerima zakat.
SIAK, riaueditor.com - Inilah bakti Siak untuk masyarakatnya, ketika negara ini baru saja berencana memungut zakat di kalangan PNS sebesar 2,5 persen, di Kabupaten Siak pungutan zakat sudah membawa berkat dengan berbagai inovasi yang dibuat sehingga pungutan zakat di negeri kerajaan Melayu Islam berjaya itu pengumpul zakat terbesar di Bumi Lancang Kuning ini.

Mengutip tribunnews.com, Presiden Joko Widodo buka suara terkait kabar pemerintah akan memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PNS yang beragama Islam sebesar 2,5 persen untuk zakat.

Kabar pemotongan gaji ASN untuk zakat muncul setelah pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai mengikuti rapat‎ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)‎ beberapa waktu lalu di kantor presiden.

Jokowi menjelaskan, pembicaraan dalam rapat KNKS yang berkaitan dengan keuangan syariah, bisnis syariah, dan ekonomi syariah.

“Jadi sebetulnya tidak ada pembahasan khusus mengenai pengumpulan zakat di ASN kita, belum ada (pemotongan zakat dari gaji ASN), jadi masih wacana,” kata Jokowi seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tol Padang-Pakanbaru, Padang, Jumat (9/2/2018).

Wacana zakat dari potongan gaji ASN, kata Jokowi, hingga saat ini belum dirapatkan oleh kementerian-kementerian terkait dan belum ada rapat terbatas ditingkat kabinet.

“‎Belum ada keputusannya, jadi jangan dipolemikkan, belum ada keputusan apa-apa,” ucap mantan Walikota Solo tersebut.

Sementara di kabupaten Siak provinsi Riau, upaya meningkatkan hasil guna dan daya guna dana zakat yang berhasil dihimpun dari Gerakan Masyarakat Siak Berzakat (Gemar Siberkat) beberapa tahun terakhir, program pendistribusian dan pendayagunaannya diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan para mustahiq. Beberapa bentuk inovasi dalam pengelolaan dana zakat tersebut, di antaranya didistribusikan melalui bantuan pembuatan sanitasi sehat serta pemasangan instalasi listrik gratis bagi para mustahiq, melalui kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Siak dan Badan Amil Zakat Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah setiap tahunnya terjadi peningkatan dalam hal pengumpulan dan pengelolaan dana zakat. Awalnya dana zakat di Kabupaten Siak hanya terkumpul Rp 450 juta per tahun. Tapi setelah kami mulai “Gemar Siberkat” bekerjasama dengan Baznas, pada tahun pertama 2012 saja pengumpulan dana zakat meningkat hingga Rp 4,5 miliar,” kata Bupati Siak Syamsuar saat meninjau lokasi pemberian bantuan sanitasi sehat dan instalasi listrik gratid di Kecamatan Mempura, Jumat (9/2/2018).

Syamsuar yang dalam kunjungan itu didampingi Kadistransnaker Amin Budiyadi, Ketua Baznas Siak Abdul Rasyid dan Camat mempura OK. Muhammad Rendra, juga menyebut jumlah perolehan zakat teranyar, dari pengumpulan dana zakat tahun 2017 lalu mampu mencapai angka Rp 12 miliar. Ia juga menyebut awalnya memang hanya pengumpulan zakat digalakkan baru dilingkungan PNS dan masyarakat. Berkat kesungguhan ulama dan pengurus Baznas dalam memberikan pemahaman kepada msyarakat, komposisi dana zakat terkumpulpun berubah.

“Dahulu 80 persen dari dana zakat berasal dari zakat profesi PNS, dan 20 persen berumber dari zakat profesi lainnya. Sekarang zakat profesi PNS hanya berkisar 60 persen, dan persentasi perolehan zakat profesi lainnya sebanyak 40 persen bersumber dari masyarakat umum” jelasnya.

Kendati pola distribusi dana zakat terus berinovasi, pengelolaan dana zakat kata pemimpin Negeri Istana ini tetap harus sesuai dengan syariat. Melalui dana zakat konsumtif dan produktif serta beberapa program lain, beragam program untuk mustahiq dilaksanakan misalnya bantuan Rumah Layak Huni, sanitasi sehat, dan pemasangan amper dan instalasi listrik gratis, dan lentera Listrik Mandiri Rakyat (Limar).

“Kami bersyukur saat ini ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat, terakhir kami baru-baru ini mencanangkan zakat pertanian bagi petani padi, disamping bagi petani sawit yang sudah berjalan” sebut Syam. Adanya program zakat ini menurut dia sangat membantu penanggulangan masyarakat miskin di Kabupaten Siak.

Secara khusus, Ketua Baznas Kabupaten Siak Abdul Rasyid Harto saat diwawancarai di lokasi yang sama menyampaikan apresiasi atas inisiasi gerakan sadar zakat oleh Pemkab Siak. Ia juga menyambut baik upaya pengumpulan maupun pengelolaan dana zakat semakin membaik dari tahun ke tahun.

“Terimakasih secara khusus kami sampaikan kepada pak bupati, semoga jadi amal jariyah bagi beliau, karena kebangkitan zakat di Siak tidak terlepas dari kebijakan dan inisiasi pencanangan zakat yang beliau gagas,” kata Rasyid.

Untuk pola pendistrbusian dana zakat, tokoh agama Kabupaten Siak ini juga menjelaskan tetap merujuk pada ketentuan syariat terhadap delapan asnaf, melalui implementasi melalui 5 program yaitu Siak Makmur, Siak Cerdas, Siak Sehat, Siak Peduli dan Siak Taqwa.

“Program Siak Makmur tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan ummat melalui zakat produktif dan konsumtif, melalui program Siak Cerdas kita memberi beasiswa pendidikan formal maupun non formal. Program Siak Sehat tujuannya untuk membantu masyarakat dibidang kesehatan, bentuknya melalui pembiayaan bagi pendamping pasien kurang mampu yang dirawat serta layanan antar pasien miskin kembali kerumah dengan ambulan Baznas. Termasuk bantuan pembuatan sanitasi sehat atau toilet untuk masyarakat tidak mampu seperti barusan ini” jelasnya.

Sementara untuk program Siak Peduli, kata Rasyid ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan dasar dan beban hidup masyarakat miskin, misalnya pemasangan amper listrik yang sedang ditinjau Bupati Siak H. Syamsuar, dan menyusul bantuan fasilitas instalasi air bersih.

“Terakhir melalui program Siak takwa, kita melaksanakan pengembangan dakwah islam dengan menggandeng MUI dalam mentaja pesantren di Lapas,” kata dia.

Untuk melaksanakan berbagai program tersebut, ditambahkan Rasyid kunci suksesnya terletak pada kerjasama apik yang terjalin antara Baznas dengan dinas terkait dilingkungan Pemkab Siak.

“Mitra kita banyak, ada Dinas Kesehatan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga kerja, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan lain sebagainya” kata Rasyid.

Ia juga menyebutkan, untuk mendukung prinsip transparansi dalam pengelolaan dana zakat, setiap tahun pengelolaan dana zakat harus melalui tiga proses audit. 

"Misalnya dalam hal pelaporan keuangan internal dilakukan oleh inspektorat daerah, audit kepatuhan syariat oleh Kementerian Agama, serta oleh akuntan publik dengan memperoleh kategori Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," tutupnya.***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Baznas Siak Serahkan Beasiswa untuk 30 Pelajar di Dayun
Dandim 0314/Inhil MoU Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Melalui Bantuan Bedah Rumah untuk Kaum Dhuafa
Dewan Pesimis Jembatan Siak IV Tak Terealisasi Sesuai Jadwal
77 Persen Dana Transfer Pusat ke Siak Sudah Terealisasi
Abdul Jamal: PNS Berpenghasilan Rp 3,7 juta, Wajib Zakat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad