Home  / Religi
Dua Pekan Jamaah Haji di Makkah, Ada 560 Kasus Tersesat
Jumat, 18 Agustus 2017 | 21:59:41
Republika/Nashih Nashrullah
Suasana Masjid al-Haram usai Shalat Shubuh, Jumat (18/8).
MAKKAH - Kepadatan Kota Makkah sudah mulai memuncak dua pekan jelang masa puncak pelaksanaan haji di Arafah dan Mina (Armina). Titik rawan kepadatan yang patut diwaspadai jamaah haji Indonesia adalah kawasan Masjid al-Haram.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, kawasan Masjid al-Haram Jumat (18/) pagi setelah shalat shubuh hingga pelaksanaan Shalat Jumat waktu Arab Saudi (WAS) sangat padat. Ratusan ribu jamaah memenuhi bagian dalam dan luar Masjid al-Haram. 

Untuk mengantisipasi penumpukan jamaah di dalam masjid, pihak keamanan Masjid al-Haram memberlakukan memasang portal menuju pintu area masuk masjid. Selama pantauan tersebut, setidaknya Republika.co.id, mencatat lima kasus jamaah haji tersesat dan tertinggal rombongannya. Tiga di kawasan Masjid al-Haram sedangkan dua lagi di Sektor 10, radius 1 km dari al-Haram.  

Menurut Petugas Pelaksana Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH daerah kerja (Daker) Makkah, Reza Fajar Lesmana, kondisi tersebut menuntut kehati-hatian jamaah. Ini karena tingkat kepadatan yang tinggi di al-Haram dua pekan jelang pelaksanaan puncak haji bisa memicu tersesat dan rawan barang tertinggal. 

Reza mengatakan, Linjam Daker Makkah mencatat sejak kedatangan jamaah haji di Makkah pada 6 Agustus lalu hingga Rabu (17/8) pukul 17.00 (WAS), terdapat 560 kasus jamaah tersesat dan 30 kasus kasus jamaah hilang. “Alhamdulillah kasus-kasus tersebut sudah tertangani dengan baik,” kata dia di Kantor Daker Makkah, Jumat (18/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id. Nashih Nashrullah, dari Makkah, Arab Saudi.   

Menurut Reza, Sektor 10 merupakan salah satu sektor paling rawan dan terbanyak kasus tersesat. Empat hari lalu, Linjam Daker Makkah mencatat 70 kasus dan sekarang turun rata-rata perharinya 50 kasus laporan khusus di Sektor 10 saja. Sektor ini rawan karena ketidaktahuan jamaah rute menuju pemondokan mereka.

Reza mengatakan, untuk mengantisipasi kasus tersesat tersebut, bekerjasama dengan sektor PPIH Daker Makkah menyiagakan dua bus coaster yang standby untuk mengantarkan jamaah yang tersesat. “Kita akan selalu koordinasi dengan petugas masing-masing sektor,” kata dia.   

Kepadatan Makkah mendekati puncaknya seiring kedatangan jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Kamis (17/08) sampai dengan pukul 17.00 waktu Arab Saudi, total jamaah yang sudah berada di Makkah berjumlah 113.429 orang dari total 280 kelompok terbang (kloter). 

Jumlah ini terdiri dari 194 kloter dengan 78.760 jamaah yang berangkat dari Madinah setelah menjalankan ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Sedangkan 86 kloter dengan 34.669 orang adalah jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. (ihram)

Data Peristwa dari 6 Agustus-17 Agustus (Sumber, Linjam Daker Makkah) 

Kasus                                            Jumlah

Tersesat                                        560 kasus

Jamaah hilang                              30 kasus

Barang tercecer                            55 kasus

Barang hilang                               39 kasus

Korban kejahatan                           7 kasus

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Puluhan Jamaah Umroh PT Arminareka Perdana lakukan Perekaman Pasport
DPRD Riau Desak Pemprov Wujudkan Embarkasi Haji
Plt Sekda Sambut Kedatangan 136 JH Bengkalis & Bantan
Pesan Rasulullah Saat Haji Wada
Delapan Jamaah Indonesia Wafat di Arafah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad