Home  / Politik
Kasus Sembako Oknum Caleg di Rohil, Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau Lakukan Pendampingan
Rabu, 7 November 2018 | 21:06:19
raf/riaueditor.com
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi tim penyidik Kejati dan Polda Riau yang tergabung dalam tim Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau turun ke Rohil melakukan Supervisi dan pendampingan atas penangan kasus dugaan money politik oleh oknum caleg salah satu partai politik di Rokan Hilir. 

Dalam konpersnya kepada wartawan di Sekretariat Bawaslu Rohil (7/11), Rusidi Rusdan mengatakan Bawaslu saat ini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan peran dan eksistensi strategisnya mengawal Pemilu yang berintegritas dan terpercaya bagi kemajuan bangsa.

Berkaitan dengan kasus ini, Rusidi menambahkan Sentra Gakkumdu Bawaslu Rohil masih mendalami kasus bagi-bagi sembako yang dilakukan salah seorang caleg dapil 1 yang juga anggota DPRD Rohil aktif yang  berinisial KRS. 

Pendalaman yang dilakukan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang menerima pemberian sembako, setelah itu tim akan meminta pendapat ahli dari KPU Riau dan ahli hukum pidana termasuk juga meminta keterangan kepada Ketua dan Sekwan DPRD Rohil, terakhir baru meminta klarifikasi terhadap terduga KRS. 

"Setelah itu baru dapat disimpulkan apakah perbuatannya termasuk pelanggaran atau tidak, yang jelas kasus ini akan terus kita pantau karena sudah jadi konsumsi publik, supaya hasilnya transparan dan akuntabel sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Sebagaimana diketahui kasus ini bergulir dari temuan Bawaslu Rohil, telah melakukan penyitaan berupa beras, susu kaleng, gula dan bubuk teh yang berasal dari pemberian anggota DPRD Rohil berinisial KRS kepada puluhan orang masyarakat yang menjadi korban banjir di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan beberapa waktu yang lalu.

"Terduga pelaku akan secepatnya dipanggil untuk mengetahui apa motifnya. Apakah saat itu dia sebagai anggota DPRD aktif atau sebagai caleg. Kalau terbukti KRS bersalah nantinya akan di jerat dengan pidana pemilu berupa hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara ditambah denda Rp.24 juta dan terkait statusnya sebagai caleg nanti akan kita lihat, apakah ada kemungkinan dilakukan diskualifikasi atau tidak" terangnya.

Rusidi, ketua Bawaslu Riau yang juga kandidat doktor UIN Suska Riau ini menghimbau kepada seluruh caleg agar ke depannya, penyerahan bantuan bencana seperti ini lebih berhati-hati karena adanya ketentuan pidana dalam undang-undang pemilu yang bisa menjerat para pelakunya jika melanggar aturan.(raf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tinjau Logistik Pemilu 2019, Sigit: Kami Siap Memberikan Jaminan Keamanan untuk Rohil
Tingkatkan Kapasitas Sentra Gakkumdu, Bawaslu Gelar Pelatihan Penyidik Pemilu
Danrem 031/Wb Safari Integritas Pemilu 2019 Di Kabupaten Pelalawan
Kasrem 031/Wb Hadiri Deklarasikan Pemilu Damai Di Grand Central Hotel Pekanbaru
Taman Kota Bangkinang Punya Cerita

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad