Home  / Politik
Ini Kata Luhut Soal Pose Satu Jari Usai Diperiksa Bawaslu
Jumat, 2 November 2018 | 20:06:41
(Doc. Net)
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah dirinya berkampanye dalam pose satu jari saat penutupan acara IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Luhut usai memberikan keterangan kepada Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, (02/11/2018).

"Boro-boro mau memikirkan kampanye, kami masih sibuk dengan pekerjaan di sana, yang semua itu tidak ada dalam urusan kampanye," ucap Luhut.

Luhut mengaku bersikap spontan atas tindakan mengoreksi jari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang kala itu mengacungkan dua jari saat sesi foto bersama. Sehingga, saat itu Christine dan Jim menunjuk satu jari.

"Ya spontan terjadi saja. Kita bilang Indonesia nomor satu, great Indonesia. Meluapkan kegembiraan bersama Lagarde dan Kim bilang bahwa tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF world bank ini pada tataran kelas dunia," kata Luhut.

Menurut Luhut, pemerintah sedang berupaya untuk mengangkat derajat Indonesia di mata dunia, sehingga tidak pernah terlintas keinginan untuk berkampanye.

"Indonesia itu membawa, mengangkat Indonesia pada standar yang lebih tinggi dari yang kami bayangkan. Itu saja. Jadi kami boro-boro mikirin kampanye," lanjut dia.

Luhut mengaku di dalam pertemuan dengan Komisioner Bawaslu hari ini bersama-sama melihat aturan pemilu yang berlaku. Namun, ia mengklaim tindakannya kala itu tidak termasuk sebagai sikap yang melanggar aturan tersebut.

"Ya kalau dari saya baca undang-undangnya tadi tuh tidak ada yang saya langgar. Tidak ada sama sekali. Kan saya baca undang-undangnya, tidak ada satu pun saya melanggar," kata dia.

Sebelumnya Luhut dilaporkan oleh seorang warga bernama Dahlan Pido atas dugaan kampanye terselubung saat penutupan acara IMF-World Bank 2018, di Nusa Dua, Bali pada Minggu (14/10/2018) lalu.

Selain Luhut, Dahlan juga melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Dahlan, Sri Mulyani juga ikut berkampanye karena saat itu mengatakan "Two is for Prabowo, one is for Jokowi".

Menurut kuasa hukum Dahlan, Taufiqurrahman, penunjukkan satu atau dua jari sudah menjadi seperti identitas nomor urut calon presiden-wakil presiden.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubernur Bali Akan Sikat Habis Jaringan Usaha Ilegal Milik Warga Negara China
6 Fakta Seputar Haris Simamora, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi
Sadis, Haris Bunuh Dua Anak Daperum Dengan Cara Dicekik
Sakit Hati Jadi Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Bercak Darah Tercecer di Mobil, Celana, hingga Kuku HS

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad