Home  / Politik
Posisi Husni Thamrin Bukan Menggantikan Hardiyanto
Selasa, 23 Oktober 2018 | 06:23:16
Husni Thamrin
PEKANBARU, riaueditor.com - Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Riau dari Hardiyanto ke Ir. Nurzaman pada rapat paripurna DPRD Riau 27 September lalu, masih menyisakan PR bagi anggota DPRD Riau khususnya Partai Gerindra. Pasalnya, Ketua Komisi IV yang dulunya dijabat Hardiyanto, kini dijabat oleh Husni Thamrin.

Menyikapi hal itu, Dewan penasehat Partai Gerindra Marwan Yohanis mengatakan, masalah PAW sudah diatur dalam tata tertib. Dimana posisi yang digantikan menggantikan posisi yang digantikan. 

"Yang keluar misalnya di Komisi D yah masuknya ke Komisi D. Tanpa ada surat itu harus diumumkan. Kalau ada perubahan baru menunggu surat dari fraksi", ucap Marwan Yohanis usai rapat paripurna DPRD Riau, Senin (22/10/18).

Ia menegaskan, siapapun yang menggantikan Hardiyanto maka ia masuk ke Komisi yang digantikan.

"Jika fraksi berkepentingan menugaskan untuk menempatkan di Komisi lain, silahkan dikirimkan surat kepada pimpinan bahwa yang bersangkutan masuk dulu di komisi D. Setelah itu dikirim ke komisi C atau ke komisi A, silahkan", ucap anggota Komisi C DPRD Riau tersebut.

Menurutnya apabila yang bersangkutan (Nurzŕman, red) telah dilantik sebagai anggota DPRD Riau, secara otomatis dia berada di komisi yang ia gantikan.

Ketika disebutkan bahwa posisi Hardiyanto kini sudah diduduki Husni Thamrin sebagai Ketua Komisi IV, dijawab Marwan bahwa posisi Thamrin bukan menggantikan posisi Hardiyanto.

"Sŕya rasa posisi pak Thamrin bukan menggantikan posisi pak Hardiyanto. Itu adalah perintah fraksi yang menugaskan pak Thamrin masuk ke komisi D. Fraksi menugaskan pak Thamrin di Komisi IV bukan menggantikan pak Hardiyanto", terang Marwan.

Lebih lanjut kata Marwan, fraksi menempatkan anggota sesuai jumlah komisi. 

Kalau jumlah komisi misalnya 7, berarti 1 komisi diisi 1 anggota. Marwan pun membantah ketika disebutkan bahwa kemungkinan ada  komunikasi yang tak jalan di tingkat internal partai Gerindra. 

"Saya rasa bisa dibicarakan. Namanya lembaga politik, tak dibicarakan di Banmus kita bicarakan di paripurna, ndak ada persoalan. Mungkin ada yang belum tuntas yah kita tuntaskan di paripurna. Kan paripurna tertinggi mengambil keputusan", pungkas Marwan diplomatis. 

Seperti diketahui, pasca ditinggal Hardiyanto yang maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur beberapa waktu lalu, jabatan ketua komisi D DPRD Riau diisi oleh Husni Thamrin. Thamrin sendiri sebelumnya anggota Komisi E DPRD Riau. 

Sedangkan Nurzaman merupakan anggota DPRD Riau hasil PAW yang dilantik pada 27 September lalu. Ia menggantikan Hardiyanto dari Dapil Bengkalis, Dumai dan Meranti. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Nurzaman Tak Mutlak Gantikan Posisi Hardiyanto di DPRD Riau
Wabup Rosman Malomo Hadiri Wisuda Santri Al-Husniyah Pulau Kijang

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad