Home  / Politik
Survei LSI: Airlangga, Sri Mulyani, dan Kapolri Jadi Cawapres Potensial Jokowi
Selasa, 10 Juli 2018 | 19:41:52
(Foto: Harits Tryan Akhmado/Okezone)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbarunya tentang siapa sosok yang paling potensial menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, terdapat empat faktor utama bagi Jokowi untuk memilih pendampingnya sebagai petahana. Pertama, lanjut dia, untuk cawapres ideal yang memperkuat Jokowi di parlemen. Nama Airlangga Hartanto menjadi pilihan teratas lantaran sebesar 35,70% responden memilih Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Disusul Cak Imin dari Ketum PKB 21,5% dan Romahurmuzy sebagai Ketum PPP 16,0%," kata Adjie dalam rilis survei bertema "Pasangan Capres dan Cawapres Pasca Pilkada" di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Kedua, lanjut dia, sosok cawapres ideal untuk Jokowi di bidang ekonomi. LSI mendapatkan nama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berada di urutan pertama dengan keinginan responden sebesar 32,5%.

"Posisi kedua ada nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 24,5%, disusul Chairul Tanjung 17,0%," ujarnya.

Sementara faktor ketiga yang menjadi pertimbangan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu memilih pendampingnya adalah penguasaan di bidang aparat hukum dan keamanan.

"Hasilnya nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian paling tinggi dengan voters di angka 32,6%, disusul KSP (Kepala Staf Presiden-red) Moeldoko 29,0% dan Wiranto 25,7%," terang Adjie.

Adjie melanjutkan, faktor keempat yang menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih cawapresnya dapat berasal dari tokoh agama berpengaruh.

Nama Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin berada di urutan atas berdasarkan hasil survei LSI disusul mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. "Kemudian Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB)‎ Zainul Majdi sebesar 12,3% dan Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD 9,5%," tandasnya.

Survei ini dilakukan pada 27 Juni-5 Juli 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode yang digunakan adalah sampling multistage random sampling dan margin of error 2,9 persen.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
APBD Kabupaten Kampar 2019 Tidak Pro Rakyat
Presiden PKS Restui Kadernya Lakukan Kampanye Negatif
Ustad Abdul Somad Ogah Terlibat dalam Politik Praktis
Siswaja Mulyadi, Eks Terpidana Kejahatan Lingkungan Masuk DCT
Ngabalin soal Visi Misi Jokowi: 3 Tahun RI seperti Sidratul Muntaha

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad