Home  / Politik
Resmi Dilantik, Ida Yulita Susanti Siap Tingkatkan Jumlah Caleg Perempuan di Pileg 2019
Jumat, 11 Mei 2018 | 23:20:30
eza/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Pasca dilantik pada bulan Februari 2018 lalu, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Riau terus mengembangkan sayapnya ke daerah dengan melantik kepengurusan DPC KPPI Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, bertempat di ruangan Pauh Janggi Gedung Daerah, Jumat (11/05). 

DPC KPPI Pekanbaru berkomitmen, akan meningkatkan jumlah calon legislatif (caleg) perempuan di DPRD Pekanbaru pada ajang Pileg 2019 mendatang. 

Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli mengharapkan para peserta KPPI yang telah dilantik ini dapat menjadi wakil dari seluruh perempuan yang ada di Riau.

"Saat ini, DPRD Riau memiliki sebanyak 18 anggota dewan perempuan dari total keseluruhan yang berjumlah sebanyak 65 orang. Dari 18 anggota dewan perempuan tersebut, hanya PKB dan Hanura yang belum memiliki keterwakilan perempuan di DPRD Riau. Ini menjadi PR kita bersama, karena 30 persen jumlah keterwakilan perempuan harus bisa terealisasi pada ajang Pileg 2018 mendatang. Mari kita awasi pelaksanaannya, jangan sampai suara perempuan dicurangi," ungkap Septina. 

Acara pelantikan DPC KPPI Kabupaten/Kota se Provinsi Riau dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD KPPI Riau yabg digelar di ruangan Pauh Janggi gedung daerah tersebut, dihadiri oleh Ketua DPRD Riau - Septina Primawati Rusli, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Riau Tengku Hidayati Efiza, Perwakilan KPPI - Mudi Astuti dan Syafa Elin, Ketua KPPI Riau Ade Hartati, perwakilan anggota DPRD Riau dan Ketua BKOW Riau - Irma Hafidah Rachman. 

"Pada tahun 2018 ini, Dinas P3A Riau mendapatkan dana pokok pikiran dari sejumlah anggota DPRD Riau yang berjumlah sekitar Rp 3 miliar lebih. Dana tersebut rencananya, akan dipergunakan untuk mengadakan pelatihan politik dan keterampilan bagi perempuan di Riau. Pelatihan politik tersebut,  nantinya akan dilaksanakan secara bergilir di setiap daerah. Semoga, KPPI Riau dan 12 Kabupaten/Kota bisa meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan di kancah legislatif dan pemilihan kepala daerah," ungkap Tengku Hidayati Efiza Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Riau.

KPPI merupakan wadah dari lintas partai, yang bertugas untuk memperjuangkan hak-hak politik perempuan di tengah pergulatan politik yang berkembang saat ini. Pengurus KPPI baik di tingkat provinsi maupun daerah. Untuk saat ini, jumlah keterwakilan perempuan di kancah legislatif Bengkalis 5, Siak 1, Dumai 5, Pelalawan 2, Pekanbaru 6, Kampar 7, Kuansing 4, Inhil 4, Inhu 5, Meranti 5, Rohil 3, Rohul 6.

Ketua DPC KPPI Pekanbaru Hj Ida Yulita Susanti MH berharap kepada para anggota KPPI yang telah dilantik dapat memberikan motivasi dan semangat baru kepada kaum perempuan dalam menyuarakan hak politik, baik di legislatif maupun eksekutif.

"Kami perempuan KPPI pekanbaru siap terjun ke panggung politik 2019, dan kami yakin Insya Allah dengan potensi yang ada ini, anggota KPPI kota Pekanbaru akan mengisi kursi DPRD kota Pekanbaru di tahun 2019," harap Ida.

Politisi wanita dari Partai Golkar ini menginginkan kedepan tidak hanya 7 tapi 10 perempuan dapat duduk dikursi DPRD.

"Untuk keterwakilan perempuan mudah mudahan di 2019 meningkat diatas 30 persen. Dalam waktu dekat program kerja yang akan kita laksanakan bersama teman teman anggota KPPI pekanbaru Insya Allah diawal puasa kita mulai rapat kerja, menyusun program-program kita di kota Pekanbaru. Insya Allah kita juga akan lakukan kegiatan sosial di bula  ramadhan dan setelah lebaran," ungkap Ida.

Ketua KPPI Riau, Ade Hartati mengatakan, dengan dilantiknya kepengurusan ini, maka diharapkan bisa menjadi rumah perjuangan untuk kesetaraan hak-hak politik perempuan di panggung demokrasi. Terutama dalam Pemilihan Legislatif tahun 2019 mendatang. 

"Hadirnya Kaukus ini, semoga bisa memperkuat perempuan agar terlibat dalam pesta demokrasi. Memang banyak rintangan yang akan dihadapi, seperti dalam rekrutmen partai, penempatan perempuan dan lainnya. Perlu diingat juga, kaum perempuan sangat rentan dicurangi dalam pemilihan," ungkapnya. 

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan pelantikan ini yakni "Satukan Langkah Menangkan Caleg Perempuan pada Pemilu Legislatif (Caleg) 2019". (eza)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Soal Ajakan Nahdliyin Pilih Jokowi, Ini Kata Gus Sholah
Terkait DCS, KPU Riau Masih Menunggu Laporan Masyarakat
Pembayaran Kontrak Kerja Pihak Ketiga Baru Dibayarkan 2019
Meneropong Pelalawan di Pemilu 2019
Farhat Abbas: Mahfud Membelokkan Cerita untuk Memecah NU

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad