Home  / Politik
Syamsuar: Negeri Kaya Minyak, Honor Guru Madrasah Minim
Senin, 7 Mei 2018 | 14:52:56
ist.
Kampanye Dialogis Syamsuar-Edi di Sei Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis dihadiri ratusan masyarakat, Senin 07 Mei 2018 pagi.
SEIPAKNING, riaueditor.com - Kampanye Dialogis Syamsuar-Edi di Sei Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis dihadiri ratusan masyarakat. Pada Kampanye Dialogis itu, Calon Gubernur nomor urut 1 Drs Syamsuar menerima berbagai keluhan dari Kalangan masyarakat dan guru.

Syamsuar mengaku Prihatin ketika menerima keluhan dari Kalangan guru madrasah yang ada di negeri terkaya di Provinsi Riau ini, kenapa, gaji honor Madrasah di Kabupaten Bengkalis jauh merosot. Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya berkisar Rp650.000 hingga Rp1.000.000, namun kini hanya Rp200.000 perbulannya.

Hal tersebut juga ditanyakan oleh warga Pakning  Irwan saat kampanye dialogis di Jalan Sudirman Senin 07 Mei 2018 pagi. "Bagaimana komitmen bapak jika menjadi gubernur Riau nanti," kata Erwan .

Menanggapi hal itu, Syamsuar menyebutkan hal itu menjadi catatan baginya sejak mulai melakukan kampanye ke sejumlah wilayah Kabupaten Kota di Riau. Sebab, tenaga pendidik madrasah juga merupakan profesi yang harusnya mendapatkan honor yang layak.

"Kami di Siak gaji guru madrasah itu mulai dari Rp600 ribu perbulannya. Di Siak kami juga sudah memiliki Perda wajib belajar DTA dan MDA. Tujuannya agar anak-anak di Siak pandai mengaji, Bengkalis juga bisa membuat yang sama jika mau," kata Syamsuar berjanji akan meningkatkan honor guru madrasah di Riau jika menjadi Gubernur Riau.

Di Kabupaten Siak itu, kata Syamsuar, jumlah sekolah agama dengan sekolah umum hampir sama banyaknya. Untuk tingkat MI saja ada sekitar 29 unit, MTs 40 unit dan Ma (Madrasah Aliyah) ada sekitar 19 unit.

Menurutnya, menjadi pemimpin itu tidak hanya di dunia saja, nanti diakhirat akan diminta pertanggungjawabnny oleh Maha Pencipta. Sehingga dia berharap guru-guru madrasah tidak takut, sebab program misi yang diusung calon akan memperjuangkan hal tersebut.

"Anak-anak sekarang harus dibekali dengan agama yang kuat. Karena kemajuan teknologi khusus yang negatif dapat merusak generasi muda saat ini. Kalau tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang lebih, akan hancur anak-anak kita nanti," ungkap Pria yang menamatkan pendidikan SMA di Kabupaten Bengkalis. (adi)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tim Saber Pungli Jaring Pegawai Honorer STAIN Bengkalis
Peneliti Ungkap Suplemen Minyak Ikan Tidak Membawa Manfaat untuk Jantung, Ini Penjelasannya!
Puluhan Pengurus PAC Segel Kantor DPD PDIP Riau
Komisi IV Kejar Partisipasi Perusahaan Minyak di Riau
Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat Pepabri

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad