Home  / Politik
Pramono: PDIP Riau Tetap Solid Bahkan Semakin Mentereng
Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:09:17
Wakil Ketua Baguna PDI-P Riau, Pramono
PEKANBARU, riaueditor.com - Kader dan pengurus Partai berlambang Banteng bermoncong putih, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Riau dalam menjalankan roda politik tetap solid bahkan semakin mentereng. Demikian ditegaskan Pramono, Wakil Ketua Baguna DPD PDI-P provinsi Riau, yang juga mantan Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Kampar di Kantor DPD PDI-P Provinsi Riau Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu (11/10).

Hal ini ditegaskan Pramono guna menanggapi, mengklarifikasi dan menepis informasi, issue, statemen bahkan opini yang muncul belakangan ini, jelang Pilgub, Pileg dan Pilpres, bahwa kandang banteng dikatakan bergoyang oleh issu praktek jual beli Sapi. "Itu sama sekali tidak benar, Kader PDI-P tetap solid dan taat kepada AD/ART partai, tegasnya.

Dikatakan Pramono, sebagai bukti solidnya kader PDI-P dapat dibuktikan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2016 lalu. PDI-P selalu mengusung Kadernya. Antara lain, Pilbub Rohil, PDIP mengusung (H Suyatno-Drs Jamiludin), di mana Jamiludin merupakan ketua PAC PDI-P Kabupaten Rokan Hilir. 

Selanjutnya Pilbub Rohul, PDIP mengusung kader Senior PDIP, yakni H Syarifudin Poti. Begitu juga Pelalawan, Inhu, Kuantan Singingi, Kabupaten Bengkalis, yaitu H Muhammad yang tak lain sebagai ketua Baguna PDIP provinsi Riau. 

Sementara untuk Pilwako kota Pekanbaru PDIP untuk pertama kalinya mengusung kader partai, yakni, Dastrayani Bibra (pasangan nomor 5). Dimana dalam hasil Pilkada tersebut Calon PDI-P hanya kalah tipis, atau hampir menang. kondisi tersebut tentunya membawa nama baik PDIP dimata konstituen dan kader partai, urai Pramono.

Dikatakan Pramono lagi, perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan kader adalah anggota partai yang telah lulus pendidikan kader partai dan telah teruji dedikasi, loyalitas, pengabdian terhadap partai dan masyarakat. 

"Sebagaimana yang tertuang pada AD/ART pasal 15, hasil kongres PDI-P tahun 2015, jadi bukanlah dilihat dari lamanya seseorang menjadi kader partai," bebernya.

Dicontohkan Pramono, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diusung PDI-P dalam kepengurusan partai sebelumnya hanya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Purwokerto, tetapi melihat dedikasi, loyalitas, elektabilitas dan pengabdian kepada partai dan masyarakat, PDIP mengusungnya sebagai calon Presiden. Jadi bukan diukur berapa lama jadi kader, atau memiliki KTA sebagai kader, terang Pramono.

"Kami memahami pesta demokrasi sudah dekat, baik pemilihan legislatif dan Pilgub Riau. Yang tentunya banyak kepentingan di sana, siapa saja yang ingin maju silakan, mari kita berembuk dengan baik sesuai aturan partai. Jadi janganlah Pileg, Pilgub dan Pilpres digoreng-goreng demi kepentingan pribadi atau kelompok. Mari kita konsolidasi sesuai aturan partai," terangnya.

Pramono berharap, selaku kader PDI-P dan sebagai Wakil ketua Baguna PDI-P provinsi Riau, apalagi jelang menghadapi Pemilihan Gubernur Riau, Pileg dan Pilpres, agar seluruh kader dan pengurus PDI-P jangan membuat statemen yang tidak populer demi kepentingan pribadi. 

"Mari kita berpedoman kepada aturan partai yang berlaku. Dan berikanlah informasi yang jelas dan benar kepada masyarakat," pungkasnya.(jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Terpaut Satu Poin, Kampar Turun Satu Peringkat
PDIP Resmi Mengusung Andi-Suyatno di Pilgub Riau 2018
Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu Jaringan Internasional
Parade Adat Istiadat Rohul Pukau Masyarakat Dumai
Gubri Lepas Pawai Taaruf MTQ Provinsi Riau Ke-36 di Kota Dumai

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad