Home  / Peristiwa
Terkait Pemanggilan 2 Orang Warga, Masyarakat Desa Koto Aman Unjuk Rasa Di Mapolres Kampar
Rabu, 12 September 2018 | 20:06:56
sy/riaueditor.com
Aksi warga desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir di Mapolres Kampar, Rabu (11/9/2018)
KAMPAR, riaueditor.com - Sedikitnya 200 orang warga Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (11/9/2018) melakukan unjuk rasa di Mapolres Kampar terkait pemanggilan dua orang warga yang dimintai keterangan di Mapolres Kampar atas laporan pihak perusahaan PT SBAL.

"Evan Caniago dan Akmal dilaporkan pihak perusahaan atas tuduhan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan, warga menilai pihak Polres Kampar tidak pro rakyat melainkan pro PT SBAL. Untuk itu, warga meminta agar Kapolres Kampar dicopot bila tidak pro rakyat," kata Anton, koordinator aksi.

Kepala Desa Koto Aman, Sopian yang ditemui bersama warga Koto Aman di Bundaran Kantor Bupati Kampar menyampaikan, sedikitnya 200 orang warga Desa Koto tidak akan pernah berhenti menuntut 1500 hektare lahan yang dirampas oleh PT SBAL, ujarnya. 

Diketahui, konflik warga Desa Koto Aman dengan PT SBAL sudah berlangsung sejak tahun 1992 lalu. Beberapa kali dilakukan upaya mediasi oleh pihak pemda Kampar namun menemui jalan buntu.

Sebelumnya, 6 hari 6 malam warga desa Koto Aman melakukan unjuk rasa di simpang 4 perumahan nanjal PT SBAL.

3 poin tuntutan warga desa Koto Aman yakni, usir orang asing di Desa Koto Aman, PT SBAL hak kami tanah seluas 1500 hektare dan copot Kapolres Kampar. 

Massa Tetap Bertahan Sampai Dua Rekannya Dibebaskan

Massa aksi tidak akan pulang sebelum 2 orangnya rekannya dilepaskan dan dibebaskan oleh pihak Polres Kampar.

Hal itu disampaikan koordinator aksi, Anton kepada awak media di pintu masuk Mapolres Kampar, Rabu (11/9/2018).

"Kami akan tetap bertahan sampai 2 orang rekan kami dilepaskan dan dibebaskan," ujarnya

Jika perlu, kita akan pasang tenda didepan Mapolres, tegas Anton.

Kita juga ingin mengetahui siapa yang melaporkan rekan kami itu, apa kesalahannya sehingga bisa berproses hukum, ucapnya. (Syailan Yusuf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Viral Video Kirab Satu Negeri GP Ansor Diusir Warga
Perusahaan Diminta Jujur Sampaikan Persoalan Konflik Lahan di Lapangan
Penyelidikan Karhutla 50 Hektar Di Lahan PT NSP Desa Lukun Belum Tuntas
Karyawan PT KBM Tewas Tertimpa Batu dan Tanah di Tambang Batu Bara di Inhil
Mengaku Pemilik yang Sah, PT GII Rusak Kebun Sawit Warga Tenayan Raya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad