Home  / Peristiwa
Keluarga Harap Polisi Segera Tangkap Mantan Majikan yang Diduga Aniaya dan Gunduli PRT
Rabu, 22 Agustus 2018 | 04:22:35
(Foto: Ist)
Kondisi PRT yang dianiaya mantan majikannya.
TANGERANG SELATAN - Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial EA, terhadap mantan pembantunya, Maghfiroh (28), menyisakan trauma mendalam. Korban yang berstatus janda 2 anak itu mengaku dipukul hingga digunduli oleh pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada 10 Agustus 2018. Saat itu, EA yang didampingi 2 orang lainnya mencari keberadaan Maghfiroh dengan mendatangi kediaman orang tuanya di Kampung Janada Kaler, RT02 RW06, Jagabaya, Parung Panjang, Bogor.

Karena tak ada di rumah, lantas EA bergegas meminta pihak keluarga mengantarnya ke tempat baru Maghfiroh bekerja, di Ruko Permata Parung Panjang. Setibanya di sana, tanpa basa-basi EA langsung menghardik serta mengintimidasi korban, dan dibarengi pula dengan pemukulan.

Tak selesai dengan itu, EA lantas menyeret korban ke dalam mobil dan membawanya pergi. Ditengah perjalanan, sang bekas majikan ini disebutkan pula terus menganiaya hingga menggunduli rambut Maghfiroh di suatu tempat pangkas rambut.

"Ini kan jelas kekerasan fisik dan psikologis, efeknya pasti kita bisa memahami bagaimana seorang perempuan dianiaya di depan orang tuanya, di depan umum, dipaksa untuk mengaku mencuri, lalu digunduli dan videonya direkam untuk disebar oleh majikannya ini," kata Junaedi, adik kandung Maghfiroh, saat dihubungi Okezone, Selasa (21/8/2018).

Sontak, luka fisik dan psikis yang dialami Maghfiroh membuat pihak keluarga berang. Mereka pun mendesak agar kepolisian segera menangkap dan memeriksa EA atas penganiayaan itu.

"Perlakuan majikannya ini sudah tak manusiawi, jangan mengira karena cuma seorang pembantu bisa diperlakukan semaunya. Hasil visum sudah ada, saksi-saksi pun banyak yang melihat penganiayaan itu, jadi kami mendesak agar polisi bertindak tegas dengan segera menangkap pelaku," imbuhnya.

Kini, Maghfiroh hanya menghabiskan kesehariannya di dalam rumah bersama kedua anak serta kedua orang tuanya. Rasa trauma yang begitu dalam, membuat dia memilih meninggalkan sementara pekerjaannya sebagai tukang jahit di suatu usaha konveksi.

"Rasa malu ya karena rambutnya digunduli begitu. Trauma juga kan saat kejadian itu banyak orang, di tempat kerja, ada orang tuanya juga. Jadi sekarang ini ya di rumah aja," jelas Junaedi.

Sementara, PT Citra Kartini Mandiri selaku perusahaan yang menyalurkan Maghfiroh sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) ke kediaman, EA, di Kebayoran Residence, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat datang menjenguk dan memberikan dukungan.

Perusahaan penyalur jasa PRT yang berkantor di Jalan Kucica Blok JF18 Nomor 17 Bintaro Sektor IX, Pondok Aren, itu menyatakan siap mengawal proses hukum yang ditempuh keluarga Maghfiroh. Mereka pun berharap, agar kasus penganiayaan itu secepatnya dituntaskan oleh kepolisian.

"Kami siap men-support upaya hukum atas penganiayaan oleh bekas majikannya itu, karena ini tanggung jawab kami pula, kami akan terus dampingi. Kalau soal tuduhan pencurian yang dijadikan alasan oleh majikannya, itu kan belum terbukti, sampai saat ini pun polisi tak menemukan bukti tentang tuduhan itu. Kami berharap, polisi bisa tuntas memproses penganiayaan ini," terang Riyadiyanto, Direktur PT CKM saat dikonfirmasi terpisah.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Disuruh Bikin Kopi, Pegawai Toko Malah Cabuli Anak Majikan Usia 3 Tahun
Kejagung Tahan Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan
Singapura Bekukan Izin Usaha Agen Tenaga Kerja yang "Jual" PRT Indonesia di Online Shop
Singapura Selidiki ‘penjualan’ Sejumlah ‘PRT Indonesia’ di Situs Niaga
‎PRT Berusia 14 Tahun di Inhu Diperkosa Berkali-kali Oleh Majikan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad