Home  / Peristiwa
LIPPSI Pertanyakan Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Pembangunan IGD RSJ Pekanbaru
Jumat, 10 Agustus 2018 | 19:23:17
Wadir Umum dan Keuangan RSJ Tampan Pekanbaru, Yenita Rizal,SE.MH
PEKANBARU, riaueditor.com - Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI) Riau, mempertanyakan tindak lanjut hasil Audit Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan provinsi  Riau, atas adanya dugaan tindak pidana korupsi pembamgunan Instlasi Gawat Darurat (IGD) dan dugaan mark Up harga pengadaan Pompa Transfer tipe  EVS 32- 30  Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru tahun 2017.

Ketua LSM -LIPPSI Riau, Mattheus Simamora mengatakan, sesuai hasil Audit BPK-RI perwakilan Riau, Nomor: 20.A/LHP/XVIII.PEK/05/2018, tanggal 16 Mei 2018, disebutkan bahwa dalam pembangunan IGD Rumah Sakit Jiwa (RSJ) diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 209.582.921,83. Selanjutnya diduga terjadi Mark Up harga pengadaan Pompa Transfer tipe EVS 32-30 dengan lebih bayar sebesar Rp.58.000.000,00., sebut Matheus, Kamis (9/8) .

Menurut Mattheus, atas temuan NPK -RI tersebut, LIPPSI Riau telah melayangkan surat resmi kepada pihak RSJ Tampan Pekanbaru , nomor : 18/Kf-LIPPSI/VII/2018, tanggal 27 Juli 2018, untuk  Konfirmasi dan klatifikasi duhaan Korupsi Pembangunan IGD RSJ Tampan Pekanbaru. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ), sebutnya.

Ditegaskan Mattheus, sesuai dengan amanah undang-undang nomor : 17 Tahun 2013, tentang organisasi Kemasyarakatan dan Undang-undang nomor : 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik, kami meminta pihak RSJ  memberikan jawaban atas konfirmasi kami. "LIPPSI mesih menunggu etika baik pihak RSJ, sebelum kami lanjutkan keranah hukum,tegas Matheus.

Dia menambahkan, sesuai undang-undang Tipikor, sekalipun ketugian negara dikembalikan, namun proses hukum pinada tetap dilanjutkan, pungkasnya.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru, Haznelli Juita melalui Wakil Direktur Keuangan RSJ Pekanbaru, Yenita rizal, SE.MH yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan IGD RSJ Pekanbaru saat  dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/8). Mengaku, sesuai hasil Audit BPK -RI  Perwakilan provinsi Riau, bahwa pada Pembangunan IGD da Pengadaan Pompa transfer tipe EVS 32-30, telah terjadi kerugian negara. Dan sesuai perintah BPK-RI, kontraktor pelaksana proyek telah mengembalikan uang tersebut ke Kas Negara, dengan mencicil. Dan dalam tahun 2018 ini, seluruhnya akan dikembalikan, akunya.

Hanya saja, Yenita Rizal membantah, jika dalam pengadaan Pompa Tranfer tipe EVS 32-30 disebut Mark Up. "Yang terjadi adalah lebih bayar," bantahnya.

Lagi kata Yenita, terkait surat Konfirmasi dari LSM LIPPSI, pihaknya akan membalas secara tertulis, karena mereka membuat tertulis. Hanya saja PPTK proyek tersebut sedang tidak ditempat. Surat balasan telah dibuat, tinggal menunggu PPTK kembali dan sudah dikonfirmasi, akunya, seraya menyebut pihaknya ada agenda rapat. (jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Besok, KPK Periksa Deddy Mizwar Terkait Dugaan Suap Meikarta
Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba, Personil Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat
Tiga Jaksa Senior Siap Garap Perkara Dugaan Penipuan Rp150 M eks Wagub Bali
Ahmad Basarah Siap Hadapi Laporan Loyalis Soeharto
Atasi Banjir, FWH Minta PUPR Ekspos Pekerjaan Yang Dilakukan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad