Home  / Peristiwa
KRI Teluk Rusa 726 Tangkap KM Jelatik 8
Rabu, 11 Juli 2018 | 14:57:11
riaueditor
KM Jelatik 8 saat bersandar di Pelabuhan Sungai Duku usai diamankan.
PEKANBARU, riaueditor. com - Salah satu unsur KRI di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat, KRI Teluk Rusa 726 mengamankan kapal motor (KM) Jelatik 8 perairan Kuala Siak, Senin (9/7/2018).

Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, KM Jelatik 8 bermuatan orang dan barang tersebut diamankan karena melanggar ketentuan dan telah membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna laut lainnya. 

Yose menjelaskan, diamankannya KM Jelatik 8 tujuan Selat Panjang-Tanjung Pinang itu berawal dari informasi yang diterima oleh Unit Intel Lanal Dumai pada Minggu (08/7/2018) menyebutkan jika kapal motor membawa penumpang dan barang namun tidak mematuhi aturan yang berlaku sehingga dapat membahayakan keselamatan.

Informasi itu ditindaklanjuti Lanal Dumai yang selanjutnya berkoordinasi dengan KRI Teluk Rusa 726 yang sedang melakukan patroli di laut. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum, KM Jelatik 8 selanjutnya dikawal KRI Teluk Rusa 726 menuju Pelabuhan Sungai Duku, Kecamatan Limapuluh Pekanbaru guna proses hukum lebih lanjut.

"KM Jelatik 8 ini mengangkut penumpang dan barang yang jumlahnya tak sesuai manifest (over capacity) sehingga melanggar Pasal 138 ayat 2 UU No 17/2008," kata Yose dalam jumpa pers dengan wartawan di dermaga Pelabuhan Sungai Duku, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, Rabu (11/7/2018) siang. 

Dijelaskan Yose, sebelum kapal berlayar, nakhoda wajib memastikan kapalnya telah memenuhi syarat kelaiklautan dan melapor ke Syahbandar. 

"Saat diperiksa, nakhoda kapal tak dapat menunjukkan dokumen seperti SIUPAL. Bila tak miliki ini melanggar pasal 287 jo Pasal 27 UU NP,17/2008," jelasnya. 

Dalam Pasal tersebut, kata Yose, setiap orang yang mengoperasikan kapal angkutan di perairan tanpa izin dipidana penjara 1 tahun atau denda paling maksimal Rp200 juta.

Selain itu, melayarkan kapal namun kapal tidak memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan maritim, dengan ditemukannya alat keselamatan kapal yang tidak sesuai dengan standar keselamatan melanggar Pasal 303 sebagai mana diatur dalam Pasal 122 UU No 17/2008 dan dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

Jika tidak lengkap alat peralatan navigasi atau navigasi elektronik kapal, melanggar Pasal 306 UU No 17/2008 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

"Untuk barang buktinya, KM Jelatik 8 yang kita amankan saat ini bersandar di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru. Hal ini dilakukan sesuai prosedur/aturan yang berlaku serta demi keamanan dan keselamatan pelayaran," pungkas Danlanal.  (ds) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Peringati HUT Ke-4 KRI Usman Harun-359
Panglima TNI: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Konsekuensi Logis Dalam Menjaga NKRI
Cekcok Minta Pertanggungjawaban, Pria Ini Nekat Bacok Calon Mantu hingga Kritis
Indonesia Darurat Manuskrip Keagamaan
KSAD: Ustaz Abdul Somad Cinta NKRI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad