Home  / Peristiwa
Ustaz Abdurrahman: Ada Motor yang Mengantarkan Pelaku
Senin, 12 Maret 2018 | 18:52:58
Foto: Republika/Rahma Sulistya
Ustaz Abdurrahman masih mengenakan sarung yang dipakai saat kejadian dan masih terlihat bercak darah.
JAKARTA - Korban penusukan oleh orang dengan gangguan jiwa saat sedang melakukan shalat subuh, Ustaz Abdurrahman menginginkan agar polisi mengungkap otak di balik pelaku teror penusukan itu. Dia meyakini ada yang mengatur semuanya dan memanfaatkan gangguan jiwa yang dialami pelaku.

"Memang waktu malam dia ke sini. Ada motor yang mengantar dia (pelaku) sampai ke depan rumah saya. Tapi, saya tidak tahu pasti itu siapa. Bisa saja ada orang yang memanfaatkan dia karena orang itu tahu kalau dia gila," ujar Ustaz Abdurrahman kepada Republika.co.id, saat disambangi ke kediamannya, Ahad (11/3).

Pelaku yang diketahui bernama Pipi itu, mendatangi rumahnya hingga dua kali. Pertama pada Sabtu (10/3) pukul 23.30 WIB dengan menggedor pintu rumahnya, dan kedua pada Ahad (11/33) pukul 00.30 WIB berteriak dari luar gerbang karena gerbang sudah digembok.

Tetapi pihak rumah, tidak ada yang menggubris panggilan dari pelaku. Pelaku juga tidak berteriak apa-apa hanya berteriak memanggil dan membunyikan gerbang. "Kalau saya bukakan pintu, mungkin TKP (tempat kejadian perkara) jadi di rumah saya," papar dia.

Ustaz Abdurrahman mengatakan, dalam kesehariannya, pelaku belum pernah sekalipun melewati depan rumahnya kecuali pada Sabtu malam itu untuk pertama kalinya. Kemudian, pelaku mengenal warga yang memang sering berbincang dengannya.

"Dia kenal orang kok. Kalau orang gila, mana mungkin kenal sama wajah dan nama orang. Saya tidak tahu apakah dia dendam karena kejadian minggu lalu. Tapi, pelaku ini juga mengincar dua ustaz lainnya. Artinya, ya mungkin saja ada yang memanfaatkan dia," papar Ustadz Abdurrahman.

Dia sangat berharap kepolisian bisa menyelidiki dari segala sisi, jika memang ada otak dibalik itu. Kepolisian juga diharapkan segera mengusut tuntas agar kasus terungkap. Ia khawatir, ada ustaz-ustaz lain yang bisa menjadi korban, sehingga ia juga ingin agar pengamanan juga lebih ditingkatkan di wilayah Depok, Jawa Barat.

"Kemarin saya dengar di daerah Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, juga ada orang yang tanya-tanya nama ustaz, tapi untungnya belum sampai kejadian seperti sekarang. Tadi Pak Kapolres juga ke rumah saya, dan saya sudah bilang agar kasus tuntas diungkap serta ada pengamanan ekstra," ujar dia.

Ustaz Abdurrahman juga menginginkan, agar pelaku jika memang terbukti miliki gangguan jiwa, agar jangan kembali lagi ke wilayah kompleksnya. Ia selaku Ketua RT 05/08, Pengasinan, Sawangan, Depok, menyebut, teror ini sangat mengancam.

Pantauan Republika.co.id, kondisi Ustaz Abdurrahman saat ditemui di kediamannya, sudah cukup membaik usai diperbolehkan pulang sehabis perawatan di RSUD Depok. Ia masih mengenakan, sarung yang dipakai saat peristiwa penusukan, dan masih ada bercak darah di sarung tersebut.

Kemudian, luka di leher sebelah kanannya juga masih ditutupi perban karena dijahit, namun ia tidak mengetahui berapa jahitan. Untuk lokasi penusukan, yakni di Masjid Darul Mutaqin Perumahan Bumi Sawangan Indah, Sawangan, Depok, sudah bersih dari ceceran darah.

(republika.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
1 dari 200 Mubalig yang Direkomendasikan Kemenag Sudah Meninggal
Menteri Agama Mohon Maaf Soal 200 Mubaligh
Tak Masuk Rekomendasi Ulama Kemenag, Ini Kata Ustaz Somad
Tugas Menteri Itu Buat Rasa Nyaman Umat Beragama
Potensi Masalah dari Rekomendasi 200 Nama Mubalig oleh Kemenag

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad