Home  / Peristiwa
Konflik Harimau Berlanjut Di Inhil, Korbannya Adik Anggota DPRD Pelalawan
Minggu, 11 Maret 2018 | 14:15:52
afs/rec
Korban saat dievakuasi.
TEMBILAHAN, riaueditor.com - Berselang dua bulan, Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) kembali mengganas di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kali ini yang jadi korban, Yusri Effendi (34), warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. 

Jasad Yusri ditemukan di TKP RT 038 Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu malam, (10/3/2018) sekira pukul 19.00 WIB.

Dari informasi, Korban Yusri Effendi juga merupakan adik kandung anggota DPRD Pelalawan Nurul Hadi alias Adi Bono.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK,MH melalui Kapolsek Pelangiran Iptu Muhammad Rafi, membenarkan kejadian tersebut.

"TKP ini cukup jauh, sekitar 20 kilometer dari kejadian sebelumnya, sudah dekat perbatasan antara Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kabupaten Pelalawan," kata Iptu Rafi.

Mantan Kanit Intel Polsek Kateman itu menjelaskan, kejadian bermula saat korban Yusri bersama 3 orang rekannya masing-masing Rusli (41), Indra (26), dan Syahran (41), semuanya warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, sedang mengerjakan bangunan rumah walet. 

Disaat sore menjelang, sekira pukul 16.30 WIB, mereka melihat seekor harimau berada di bawah bangunan yang sedang mereka kerjakan. Kengerian langsung merayapi para tukang bangunan itu. Mereka lantas memilih bertahan di atas bangunan. Hingga 2 jam berlalu, mereka tetap berdiam diri di ketinggian, sampai hari mulai gelap.

Mereka tak melihat lagi hewan buas itu, korban dan rekannya bergegas turun. Namun baru melangkah sekitar 250 meter, tiba-tiba raja hutan itu kembali menampakan diri dari arah depan. Kehadiran binatang buas tersebut, langsung menyebabkan kepanikan dan mereka berlari menyelamatkan diri.

Di saat-saat yang kritis, Rusli, Indra dan Syahran, berupaya saling memanggil, tapi ketika nama Yusri dipanggil, tidak ada sahutan terdengar. Lalu para pekerja yang tersisa, mencoba menghubungi warga Dusun Sinar Danau. Tak lama kemudian, warga ramai datang ke lokasi menggunakan perahu kecil.

Pencarian terhadap Yusri pun dilakukan. Sekitar pukul 19.00 WIB korban berhasil ditemukan di atas tanaman kumpai (sejenis rumput yang terdapat di atas air), tapi Yusri, tampak tidak bergerak lagi. Di tengkuknya, terlihat tanda-tanda luka bekas taring harimau.

Personel Polsek Pelangiran yang mendapat laporan, mendatangi TKP dengan Tim BBKSDA Provinsi Riau untuk mengevakuasi jasad korban ke klinik KPP Pulai PT. THIP. Dari pemeriksaan, diketahui korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan akibat luka robek bekas gigitan harimau di tengkuknya.

"Jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga, dan dibawa kembali ke kampung halamannya di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, untuk dikebumikan," imbuhnya.(afs)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pemprov: 81.794 Nelayan di Perairan Riau Rawan Terlibat Konflik
Perusahaan Diminta Jujur Sampaikan Persoalan Konflik Lahan di Lapangan
Terkait Pemanggilan Warga Koto Aman, Kapolres: Polisi Hanya Menjalankan Tugas
Terkait Pemanggilan 2 Orang Warga, Masyarakat Desa Koto Aman Unjuk Rasa Di Mapolres Kampar
HUT TNI Ke 73 Tahun 2018, Kodim 0314/ Inhil Bedah Rumah Warga Tidak Mampu

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad