Home  / Peristiwa
Pembunuhan Sadis Menimpa Satu Keluarga di Tangerang yang Berakhir Dramatis
Selasa, 13 Februari 2018 | 21:39:41
Foto: Chyntia Sami B/Okezone
TKP pembunuhan satu keluarga di Tangerang dipasang garis polisi.
WARGA Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Tangerang, digegerkan dengan kasus pembunuhan satu keluarga, yang terdiri atas ibu dan kedua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai II Blok B6/5, Senin (13/2/2018). Pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga itu berakhir dramatis, dengan sang bapak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang.

Dalam kejadian itu, tiga orang tewas, yaitu Ema (40) dan kedua anaknya Nova (23) serta Tiara (12). Saat ditemukan, Ema dalam kondisi memeluk kedua anaknya di atas tempat tidur. Ema mengalami luka tusuk di bagian kepala dan muka. Sementara anaknya, Tiara, ditemukan luka tusuk di bagian perut.

Sementara sang suami, Muchtar Effendi alias Habib (60), ditemukan dalam kondisi sekarat dengan luka tusukan di bagian leher dan perut. Ia ditemukan di kamar terpisah dari tiga korban lainnya, dalam kondisi kritis. Dengan kondisi kritis itu, ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.

Penemuan mayat tiga korban itu berawal dari kecurigaan tetangga korban. Salah satu tetangga korban, Rohayati (30), mendengar teriakan dari rumah Ema pada Senin dini hari, sekira pukul 03.00 WIB. Namun, saat itu, ia tidak mengira ada pembunuhan di rumah tetangganya tersebut. Ia pun mendengar suara piring pecah dari rumah Ema.

"Pertama dengar piring pecah, mau saya tengok mungkin masalah keluarga. Setelah itu enggak ada suara lagi," tuturnya, Senin (13/2/2018).

Esok pagi, ia melihat kejanggalan dari rumah Ema dan Habib. Biasanya, pada pagi hari keduanya sudah mulai beraktivitas di depan rumah.

"Biasa pagi-pagi bu Ema dan Habib itu sibuk aktivitas di depan rumah. Tapi, ini enggak ada apa-apa dan sepi. Makanya warga lapor ke RT lalu datangi ke lokasi. Ternyata di rumah itu sudah meninggal berpelukan," ungkapnya.

Mendapat laporan dari warga, jajaran Polres Metro Tangerang langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP itu, polisi mengamankan barang bukti yang dimasukkan ke dalam tiga karung masing-masing berwarna hijau, putih, dan biru. Barang bukti yang diamankan itu berupa baju, bantal, mainan, yang semuanya bersimbah darah.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, mengatakan, pihaknya juga mengamankan senjata tajam (sajam) jenis belati dengan kondisi terdapat bercak darah. Sajam itu diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Kita dapati juga senjata tajam yang ada bercak darahnya. Diduga ini merupakan alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi dan melukai nyawa keluarga tersebut," ujar Harry, Selasa (13/2/2018).

Korban Selamat Ditetapkan Tersangka

Muchtar Effendi alias Habib (60), yang ditemukan kritis, dilarikan ke RSUD Tangerang, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Kondisi berangsur membaik pada Selasa (13/2/2018).

Saat pihak kepolisian mendatangi Habib di RS Polri Kramatjati, ia sempat berulang kali mengucap maaf dengan suara terbata-bata. Ia juga terus mengucap istigfar.

"Kami dari Polres Metro Tangerang siang ini mengunjungi salah satu saksi mahkota dari kejadian kemarin. Saat diajak komunikasi, hanya terucap lemas, kemudian terus minta maaf dan istigfar," ujar Harry saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Dengan kondisinya tersebut, polisi sempat tidak bisa meminta keterangan dari korban. Untuk mengungkap kasus ini, polisi memeriksa tujuh saksi, yang merupakan warga sekitar dan keluarga korban.

Berdasarkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang didapatkan, Polres Metro Tangerang menetapkan Habib yang sebelumnya korban selamat dari insiden pembunuhan satu keluarga itu sebagai tersangka.

Kondisi itu diperkuat dengan pengakuan yang mengalir dari mulut Habib, pasca melewati masa kritisnya ketika dirawat di RS Polri Kramatjati.

"Saat mengunjungi RS Polri dia sempat bilang mengakui perbuatannya. Beberapa kali juga bilang istigfar, minta maaf dan mengaku menyesali perbuatannya," ungkap Harry.

"Kami berdasarkan dari keterangan saksi dan petunjuk yang didapat. Kemudian, terkait pengakuan pelaku dia menyusupkan barbuk dalam lemari itu menjadi pembuktian terakhir hingga akhirnya pelaku ditetapkan menjadi tersangka," katanya.

Dari pengakuan tersangka, polisi mengungkap bahwa Habib kritis lantaran mencoba melakukan upaya bunuh diri dengan menusukkan sajam ke bagian leher dan perut. Upaya bunuh diri itu dilakukan setelah dirinya tega menghabisi istri serta dua buah hatinya.

Namun, niat bunuh diri itu gagal. Lantaran Habib masih hidup, meski dalam kondisi kritis.

"Ia akan melakukan percobaan bunuh diri tapi tidak berhasil dan saat ini pelaku dirawat di RS Polri Kramat Jati. Untuk alasan ia bunuh diri karena apa sampai saat ini kita belum tahu mengingat kondisinya lemas dan sulit diajak komunikasi," ujar Harry Kurniawan, Selasa (13/2/2018).

Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis yang menyebabkan tiga orang tewas itu. Kapolres Metro Tangerang mengatakan, latar belakang pelaku melakukan pembunuhan lantaran kesal dengan tindakan sang istri melakukan jual beli mobil tanpa sepengetahuannya.

"Ya, jadi pelaku ini kesal karena, Ema yang merupakan salah satu korban tewas ini telah melakukan jual beli mobil tanpa sepengetahuan pelaku," ujar Harry.

Ia menjelaskan, selama tiga hari sebelum insiden pembunuhan terjadi, keduanya kerap adu mulut. Puncaknya, pada Senin, 12 Februari 2018 pelaku menyiapkan belati untuk membunuh istrinya yang baru dinikahinya selama satu tahun terakhir dan kedua anaknya.

"Jadi memang ada pertengkaran antara keduanya selama tiga hari sebelum kejadian. Dari situlah pelaku berniat membunuh korban," tuturnya.

Atas perbuatannya itu, Habib dikenakan Pasal 338 juncto 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman penjara seumur hidup.

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
2 Anggota TNI Tewas Ditembak KKB saat Akan Memberi Bantuan ke Anak-Anak Papua
Dikejar Warga, Begal Sadis Tewas Terbentur Beton Irigasi
Tahanan Lapas Ternyata Aktor di Balik Kebakaran yang Tewaskan 1 Keluarga
TKI Tewas di Afrika Akibat Terinjak Rombongan Gajah
Balita 3 Tahun di Bandung Meninggal Digigit dan Dipukul Pacar Ibunya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad