Home  / Peristiwa
Terungkap Boroknya, Oknum Pengacara Di Inhu Nyaris Tinju Wartawan
Kamis, 10 Agustus 2017 | 08:02:39
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com - Oknum Pengacara berinisial JP marah-marah dan nyaris menggimbal wartawan, ketika dikonfirmasi masalah keberatan kliennya Jumiran (55) dalam kasus lakalantas tahun 2016 lalu, hingga mengantarkan korban masuk penjara.

Jumiran Warga RT 2 RW 2 Desa Mekarsari Kecamatan Lirik mengaku kecewa kepada oknum JP dan memilih akan menempuh jalur hukum. Pasalnya oknum pengacara yang berdomisili di kawasan Airmolek ini yang seyogyanya memberikan perlindungan hukum kepada klien tapi justru melakukan tipu muslihat demi keuntungan sesaat. 

"Saya dan anak istri saya sudah ditipu," kecam Jumiran didampingi anak ke duanya, Novita (24), Rabu (9/8/17).

Menurut Jumiran dan Vita, kisah tipu muslihat sang pengacara berawal dari musibah Lakalantas yang menimpa Jumiran pada bulan Mei tahun 2016 lalu di kawasan Jalintim Desa Mekarsari, Lirik.

"Kala itu saya pulang dari Rengat pakai mobil Hilen Pickup, tapi di luar kehendak dua orang pengendara sepeda motor berboncengan tersenggol oleh saya," ungkap Jumiran yang mengaku satu diantara korban Warga Banjar Balam tewas dan satu orang luka ringan.

Atas musibah Lakalantas itu, Jumiran pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya bahkan di tahan di sel Mapolres Inhu hingga oleh PN Rengat divonis 8 bulan penjara potong masa tahanan.

Terkait dugaan penipuan, Jumiran mengatakan kronologis tipu muslihat terjadi pada saat Jumiran masih berstatus tahanan Polisi di Sel Mapolres Inhu tapi menginginkan penangguhan penahanan selama 2 hari khusus untuk lebaran idul fitri 1437 Hijriah tahun 2016 lalu.

Untuk penangguhan penahanan selama 2 hari dari Polres Inhu, Justin kepada Nurwati (57) selaku istri Jumiran memintai uang jaminan sebesar Rp 5 juta. 

"Uang itu diterima Justin dengan cara dua kali bayar oleh istri saya dan anak sulung saya, Hafianto. Tapi sayang, jangan kan dua hari satu menit pun saya tidak bisa keluar Sel," kecam Jumiran.

Anehnya, kata Jumiran, setahun setelah insiden dan Jumiran sudah kembali ke keluarga JP justru tak pernah komunikasi dan tidak pernah beretikat baik mengembalikan uang milik Jumiran.

"Uang saya itu harus kembali, jika tidak kembali dalam tempo singkat ini saya akan laporkan ke Polisi," ancam Jumiran didampingi anaknya, Vita.

Dikonfirmasi tuduhan penipuan yang dialamatkan kepada oknum Pengacara Rabu (9/8/17), Justin mengatakan "Silahkan saja," jawab JP via sms.

Anehnya, JP melalui SMS kali kedua kembali mengatakan "Wartawan jangan mengancam-ancam saya," tambahnya.

Namun, tidak berselang lama, Justin mendatangi wartawan di Kedai Kopi Nuan di Airmolek, sembari marah marah oknum Pengacara ini justru mengacung acungkan lengannya untuk memukul wartawan.

Hafianto anak Jumiran dikonfirmasi awak media mengatakan, uang yang diminta pengacara Justin Rp.5 juta dibayar dua kali, karena yang kali keduanya sayalah yang mengantarkan uang itu ke rumah pengacara itu sebesar Rp.2,5 juta.

Menurut Hafianto, awalnya pengacara JP membicarakan masalah tindakan hukum yang akan dilaluinya melalui Kejaksaan Negeri Inhu, artinya bagaimana cara pengacara ini agar mendapatkan tuntutan yang ringan dari Jaksa, entah bagaimana saat itu kesepakatan pun dibatalkan.

“Saya sudah sarankan kepada Pak Jumiran agar permasalahan ini segera saja di laporkan ke Polisi, ini namanya penipuan,” tukas Hafianto. (zul/oke)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dijanjikan Lulus Taruni Akpol, Uang Ratusan Juta Melayang
Umat Islam Telah Diingatkan Datangnya Zaman Penuh Tipu Daya
Akuntan dan Pengacara Terancam Digantikan Robot
Pulang dari Indonesia, Pengacara Muslim Myanmar Tewas Ditembak
Wanita di Rohul Ditipu Ratusan Juta Oleh Narapidana Mengaku Polisi Melalui Akun Facebook

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU