Home  / Peristiwa
Aktivis IPSPK3-RI Tanggapi Proyek ‘Amburadul’ TPA II Muara Fajar
Kamis, 12 Januari 2017 | 15:38:06
disediakan riaueditor.com
Ir Ganda Mora, aktivis IPSPK3 RI dan kondisi proyek TPA II Muara Fajar Pekanbaru.
PEKANBARU, riaueditor.com - Terkait pembangunan TPA II Muara Fajar Pekanbaru, yang disinyalir menyimpan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaannya dilapangan. Aktivis Independen Pembawa Suara Pembrantas Korupsi, Kolusi dan Kriminal Ekonomi (IPSP-K3) RI, angkat bicara dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Dimana, dari hasil investigasi yang dilakukannya dalam sepekan terakhir di lokasi TPA II Muara Fajar Pekanbaru, ditemukan berbagai kejanggalan yang cukup signifikan. Diantaranya, volume pekerjaan pemasangan item batu bronjong di sekeliling TPA II Muara Fajar tidak seluruhnya terpasang, sehingga rawan disalahgunakan.

Kemudian, gundukan tanah timbun hasil kerukan pembuatan sistim sanitasi leadfiil yang ditumpuk dilahan warga setinggi kurang lebih 10 meter dapat membahayakan warga sekitar yang melintas di pintu masuk akses TPA II Muara Fajar yang juga merupakan jalan alternatif pemukiman warga setempat.

Selain itu, ketersediaan lahan yang semestinya disediakan 5 hektar untuk lokasi pembangunan TPA II Muara Fajar Pekanbaru, dari hasil pengamatannya di lokasi, lahan yang terpakai hanya tersedia kurang lebih 3 hektar saja yang ada. Sementara keberdaan sisa lahan seluas 2 hektar tidak diketahui keberadaannya dan patut untuk dicurigai.

Demikian diutarakan Ir Ganda Mora DPN IPSPK3-RI pada riaueditor.com saat ditemui di Pekanbaru, Kamis (12/1/2017). Ia mengatakan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera melaporkan kejanggalan pelaksanaan proyek tersebut ke aparat penegak hukum yang ada di Riau dan tingkat Pusat serta instansi terkait.   
        
Tak kalah menarik, Ganda Mora juga menyebutkan dugaan pelaksanaan proyek TPA II Muara Fajar Pekanbaru dinilai cukup fantastis. Dimana dana yang digelontorkan untuk pembangunan proyek TPA II Muara Fajar sekitar Rp36, 045 miliar melalui anggaran Ditjen Cipta Karya satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Riau APBN 2016.

Ia menuduga pemasangan geoteks yang dipasang dinilai tidak sesuai spek. Dimana kualitas geoteks yang terpasang di loaksi TPA dinilai berkualitas rendah dan rawan cepat rusak.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan TPA II Muara Fajar Pekanbaru, mulai dikerjakan sejak awal Pebruari dan berakhir hingga akhir September 2016 lalu. Pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT Budi Jaya General (BJG) dan Konsultan Pengawas PT Perancang Adhinusa dengan nilai kontrak Rp30.045.000.000,-.***/ars.



Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI: Kontribusi TNI Dalam Misi Perdamaian Dunia Sangat Penting
Bank Norwegia Tawarkan Pinjaman Syariah Bebas Bunga
Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Pimpin Sertijab Dir Lantas
Bupati HM Wardan Hadiri Pelantikan Pengurus PC SAPMA dan Srikandi PP Inhil
Lambang Palu-Arit Ada di Buku Kisi-Kisi UN Ini

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
loading...
situspoker situspoker