Home  / Peristiwa
Soal PT SAL, Masyarakat Desa Pungkat Kembali Datangi Kantor Bupati Inhil
Rabu, 11 Januari 2017 | 18:03:16
pra/riaueditor.com
Masyarakat Desa Pungkat Kembali Datangi Kantor Bupati Inhil.
INHIL, riaueditor.com - Masyarakat Desa Pungkat Kecamatan Gaung kembali melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) menuntut penyelesaian persoalan antara PT Setia Agrindo Lestari (SAL) dengan masyarakat yang tak kunjung tuntas, Rabu (11/01/2017). 

Diungkapkan, dari pertama kali masuknya perusahaan tersebut, masyarakat menilai sangat mengganggu ketentraman dan sangat tidak menguntungkan. Bagaimana tidak, kehadiran PT SAL hanya membuat warga setempat dirugikan materi seperti menurunnya pendapatan.

"Kemana lagi kami mengadu kalau bukan kepada pak Bupati, perusahaan itu sangat meresahkan warga. Banyaklah keluhannya dari pada senangnya," kata Ketua Organisasi Rakyat Pungkat Bersatu (ORPB), Asmar.

Tidak hanya itu, beberapa peserta aksi lainnya juga menjelaskan bahwa semenjak PT SAL masuk ke wilayahnya, kesengsaraan masyarakat semakin tampak, terutama dari hasil pendapatan.

Pasalnya, kondisi perkebunan perkelapaan saat ini sudah sangat rusak akibat serangan hama kumbang, kera, babi dan bahkan beruang.

Dari sisi kebersihan air sungai juga dinilai sudah sangat berpengaruh atas pengoperasian pihak perusahaan dan sudah tidak bisa lagi dijamin lagi. Sebelumnya, masyarakat setempat masih bisa menggunakan air sungai sebagai kebutuhan minum dan memasak.

Mirisnya lagi, binatang buas seperti beruang sudah berkeliaran di pemukiman warga. Lagi-lagi ulah pihak perusahaan yang dinilai telah menggundulkan hutan.

"Sebulan yang lalu, binatang itu sudah mengobrak abrik sekolah kami yang tidak pernah terjadi sebelumnya, seperti babi dan beruang. Binatang ini sudah sampai di depan pintu sekolah. Apa yang kami rasakan selama perusahaan masuk, jangankan ngasih buku dan baju, ngasih pendapat aja tidak," ujar salah seorang peserta aksi, Arismadianto.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran pihak Wahli Riau, berizinan PT SAL di Desa Pungkat tersebut dinilai ada beberapa keganjalan. Hal itu dipandang dari sisi alam dengan bentuk izin tertulis.

Selain itu, pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru juga menyampaikan hal serupa. Bahkan kata Devi Indriani, salah seorang pengurus LBH menyebutkan kalau di lokasi perusahaan masih ada pengoperasian pekerjaan yang baru terlaksana. (pra)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Penggugat RS Bina Kasih Hadirkan Saksi di PN Pekanbaru
DPRD Sahkan Ranperda RPJMD Inhil Tahun 2013-2018
Polisi Diminta Ungkap Aktor Utama Pembakaran Mobil di Rokan IV Koto
Strategi Bupati Aziz Selesaikan Polemik Kopsa-M
Diduga, Oknum Petinggi PTPN V Jual Lahan Kopsa-M kepada PT Langgam Harmoni

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU