Home  / Pendidikan
Muzailis: Yang Dikonsumsi Siswa SMPN 18 Pekanbaru Adalah Minuman Sehat Dan Halal
Rabu, 3 Oktober 2018 | 23:06:30
Sekretaris Disdik Pekanbaru, Drs. Muzailis, MM
PEKANBARU, riaueditor.com - Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, melalui Sekretaris Disdik Pekanbaru, Drs.Muzailis, MM menegaskan, bahwa issu yang sempat menghebohkan dunia pendidikan di kota Pekanbaru, terkait aksi menyayat tangan yang dilakukan puluhan siwa SMPN 18 Pekanbaru yang terjadi belum lama ini, karena mengkonsumsi minuman berenergi tidaklah benar.

Dikatakan Muzailis, issu yang sempat beredar, bahwa minuman berenergi  tersebut   mengandung zat Benzodiazepin, atau sejenis zat berbahaya. Namun berdasarkan hasil penelitian pihak  Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) kota Pekanbaru dipastikan bahwa minuman tersebut adalah minuman sehat dan halal, terang  Muzailis.

Diuraikan Muzailis, saat peristiwa aksi menyayat lengan terjadi, pihak sekolah langsung  melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan telah dilakukan pemeriksaan bahkan test urine seluruh siswa, dan hasilnya negatif. Artinya, mereka melakukan aksi melukai diri sendiri bukan karena dipengaruhi minuman tersebut, terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan beberapa siswa, yang mereka lakukan bukan menyayat dengan kaca atau pisau silet, tetapi digores pakai kuku atau sisir rambut. Hal tersebut dilakukan setelah menonton video melalui youtube. Usai menonton video tersebut mereka terpengaruh dan seolah-olah terhipnotis, lalu nekat melukai lengannya, ujar Muzailis.

Namun demikian kata Muzailis, untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, Disdik telah menerbitkan Surat edaran, mengintruksikan seluruh Kepala Sekolah, baik SD maupun SMP negeri dan swasta untuk melakukan pengawasan intensif terhadap siswa, kantin-kantin yang ada di sekolah dan membatasi waktu siswa untuk berkelompok saat jam istirahat, kata Muzailis.

"Khusus kepada siswa SMPN 18 yang melakukan aksi tersebut telah diberikan peringatan keras dan memanggil orang tua. Hal tersebut dilakukan agar orang tua memberikan perhatian dan mengawasi anak-anak mereka saat diluar jam sekolah," terangnya.

Dia berharap, peristiwa tersebut tidak terulang kembali, dan kepada pihak terkait , jangan terlalu cepat memberikan informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena bisa saja merugikan pihak lain, harap Muzailis. (jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Politikus PDIP Kabur, KPK Belum Bisa Usut Keterlibatan Keluarga Jokowi dalam Kasus Bakamla
KPK: Eddy Sindoro Menyerahkan Diri di KBRI Singapura
Eni Saragih Sebut Putra Setnov yang Memfasilitasi Pertemuannya dengan Johanes Kotjo
Konkret! Buntut Kasus SNP, Kantor Akuntan Ini Disanksi OJK
Namanya Disebut Dalam Sidang Dakwaan Jaksa KPK Terhadap YP, Ini Klarifikasi Edwin Pratama Putra

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad